Showing posts with label Personal Branding. Show all posts
Showing posts with label Personal Branding. Show all posts

Personal Branding Tips (Part 1): Cara Terbaik Membangun Keahlian dan Status Sebagai Ahli di Suatu Bidang!

By // No comments:
Motivator Mario Teguh pernah berwasiat, "Kita sukses bukan karena orang-orang yang kita kenal, melainkan karena orang-orang yang mengenal kita."

Itulah pentingnya membangun personal branding. Personal branding adalah cara kita memperkenalkan diri pada orang lain, terutama pada orang-orang yang memang penting untuk kita. Sebab merekalah yang akan membuat kita sukses. Sebagaimana ungkapan Mario Teguh di atas.
Personal Branding Tips (Part 1): Cara Terbaik Membangun Keahlian dan Status Sebagai Ahli di Suatu Bidang!

Perihal personal branding, -apa itu, apa keuntungannya, bagaimana membangunnya- sudah kita kupas habis pada artikel sebelumnya di sini;

--> 7 Langkah Jitu Membangun Personal Branding.

Nah, kali ini adalah seri lanjutan dari artikel tersebut. Yakni bagaimana membangun kredibilatas di bidang yang memang kita lakoni. Kredibilitas ini pentingnya bukan main. Dengan kredibilitas kita membangun semacam authority di bidang tersebut. Sehingga orang bisa percaya dengan kita, mendengarkan kita, dan pada akhirnya memilih untuk membayar produk/jasa yang kita sediakan pada mereka.

Misalkan anda lagi sakit kepala. Kemudian ada seseorang yang merekomendasikan untuk meminum obat A. Sebaliknya anda kebetulan bertemu dengan dokter ahli yang sangat terkenal, dan ia merekomendasikan obat B. Nah, pertanyaannya mana yang anda dengarkan nasehatnya? Jelas si dokter ahli. Sebab dia punya authority atau pengaruh di bidang tersebut.

Nah, demikian pulalah tujuannya personal branding tips pada artikel kali ini. Bukan hanya kita membangun keahlian, tapi juga membangun pengaruh sebagai ahli yang memang perlu didengarkan di bidang kita. Silahkan baca apik-apik... :)

Filsuf Romawi, Seneca pernah berujar, “While we teach, we learn!” Ketika kita mengajar, kita juga belajar. katanya.

Selama bertahun-tahun orang-orang bijak meyakini bahwa cara terbaik untuk menguasai sesuatu adalah dengan mengajarkannya kepada orang lain. Maka jika anda ingin menjadi yang terbaik di bidang anda,  anda harus mengajarkannya kepada orang lain.

Dalam sebuah artikel yang dirilis oleh Time.Com, berjudul “The Protégé effect, Why teaching someone else is the best way to learn” mengungkapkan hasil riset yang membuktikan bahwa murid-murid yang diminta untuk menjadi tutor bagi murid-murid junior lainnya, terbukti berhasil mendapatkan nilai yang lebih baik dalam mata pelajaran tersebut, daripada teman-temannya yang belajar secara sendiri.

Mengajar adalah cara terbaik untuk menguasai suatu bidang. Dan ini adalah lompatan yang luar biasa bagi karier anda. Mungkin sama saja dengan sedekah, ketika anda memberi maka anda akan menerima lebih banyak.

Namun mengajarkan atau membagikan ilmu kita, selain kita menjadi tambah pintar, ternyata juga memiliki dampak lain yang sangat-sangat powerful. Apa itu?

Branding!

Dengan mengajar, anda serta merta membangun brand (citra diri) sebagai ahli. Dan dalam sekejap, anda akan benar-benar menjadi ahli di bidang anda. Katakanlah anda seorang akuntan di sebuah perusahaan swasta kelas menengah. Dengan hanya menjalankan tugas anda sehari-hari saja, maka anda akan tetap menjadi akuntan di perusahaan tersebut. Atau kalaupun ada peningkatan, pasti butuh waktu yang lama.

Tapi bayangkan, kemungkinan ini.

Di samping melakukan tugas anda dengan baik, anda juga mengajarkan ilmu akuntan yang anda miliki tersebut kepada orang lain. Ada banyak cara, misalnya anda menjadi relawan pengajar di kelas kursus akuntansi. Atau bahkan anda bisa membuka kursus atau tutoring akuntasi bagi murid-murid atau mahasiswa-mahasiswa akuntansi.

Atau sebuah cara yang lebih hebat lagi, anda bisa menulis buku semisal “Prinsip Dasar Akuntansi Terbaik Bagi Perusahaan Kelas Menengah.” Atau anda bisa menulis blog tentang akuntansi, dan kemudian ketika ada pemimpin perusahaan besar yang melihat blog anda, dan tertarik merekrut anda menjadi manager akuntasi di perusahaannya? Bukankah itu sebuah pintu peluang yang luar biasa besarnya?

Dengan begitu, menurut anda seberapa besar lompatan pencapaian yang anda ciptakan? Luar biasa!

Baca Juga:
Demikianlah dahsyatnya mengajarkan ilmu kita. Sehingga dalam Qur’an sendiri Allah begitu menyanjung orang-orang berilmu yang mengajarkan ilmunya kepada orang lain.

Teaching is Learning! Teaching is Branding!

Menemukan Potensi Bakat Dari 8 Jenis Kecerdasan Manusia

By // No comments:

Bagaimana menemukan bakat saya? Pertanyaan ini kerap kali ditanyakan oleh banyak orang dalam hal mengembangkan diri, menjadi yang terbaik di suatu bidang tertentu, atau meraih impian yang sangat diharapkannya.

Pada tulisan hangat kali ini kita akan coba mengulas tentang hal bakat tersebut, bagaimana peranannya dalam kehidupan, serta di mana menemukannya.

Sebelumnya silahkan seruput dulu kopi atau teh yang ada diatas meja anda…

Bakat

Bakat, Potensi Dan Keterbatasan

Menurut Wikipedia, bakat adalah kemampuan atau keterampilan seseorang yang dibawah dari lahir. Sementara menurut Rama Royani, penemu talent mapping, bahwa bakat adalah bagian dari personality yang produktif. Dan bakat ini sendiri tidak bisa diubah lagi sejak usia 16 tahun.

Nampaknya semua orang sepaham bahwa bakat adalah jenis kemampuan yang kita bawa sejak lahir. Orang yang berbakat pada suatu bidang akan lebih mudah mempelajari sesuatu hal itu daripada mereka yang belajar melakukannya tanpa bakat.

Meski begitu ini tidak berarti bahwa orang yang berbakat langsung hebat jago dalam hal tersebut sejak lahir. Saya menggunakan kata “mempelajari” di atas sebab memang bakat itu hanya berupa benih/potensi kemampuan pada suatu bidang. Untuk menjadi bisa dan terampil dalam hal tersebut orang harus tetap belajar dan berlatih. Tak peduli apakah ia berbakat atau tidak. Kelebihannya bakat adalah semata ia membuat kita belajar dengan lebih mudah pada bidang yang bersangkutan.

Ini mungkin terjadi sebab sel-sel syaraf dalam otak kita, somehow, terhubung satu sama lain lebih cepat pada bidang bakat itu daripada bidang lainnya. Kita tahu sains telah membuktikan bahwa setiap harinya sel-sel syaraf dari otak kita terhubung satu sama lain ketika kita mempelajari sesuatu hal yang baru. Nah, bakat adalah ketika sel-sel itu terhubung sejak kita lahir. Itulah mengapa kita punya potensi berbakat pada bidang yang bersangkutan. (Mudah-mudahan penjelasannya tidak njelimet, sehingga anda bisa paham maksud saya.)

Tapi sekali lagi itu hanya potensi. Ia tidak akan membantu anda menjadi sukses, sampai anda mengembangkannya. Melalui latihan dan proses belajar yang tak mengenal lelah.

Rama Royani menggambarkan, kita lahir dengan akal. Tapi akal hanyalah potensi bukan kekuatan. Akal baru akan menjadi kekuatan ketika ia bermanfaat untuk diri kita maupun orang lain. Dan ini hanya bisa dicapai dengan belajar dan melatih pikiran kita untuk berpikir kreatif.

Sebaliknya kita lahir dengan keterbatasan misalnya bahwa kita “tidak bisa terbang.” Ini hanyalah keterbatasan bukan kelemahan. Nanti “tidak bisa terbang” ini akan jadi kelemahan ketika kita membandingkan diri kita dengan burung. Tapi selama kita fine-fine aja dengan kehidupan kita sebagai manusia, maka tidak bisa terbang bukanlah menjadi kelemahan.

Melatih Bakat Menjadi Kekuatan Yang Menguntungkan

Jadi skill dan bakat itu berbeda. Bakat tidak bisa membantu kita meraih sukses. Skill-lah yang akan membantu anda.

Bakat bahkan akan membuat anda gagal. Kalau tidak anda kembangkan menjadi skill.” Demikian ungkap Will Smith, Aktor pemeran The Pursuit of Happyness.

Mengapa bakat bisa membuat kita gagal? Sebab bisa jadi kita akan terperangkap dalam “talented trap.” Dimana kita menganggap diri kita demikian berbakat, sehingga enggan bagi kita untuk belajar dari orang lain. Inilah yang akan membuat kita gagal.

Pertanyaannya, bagaimana mengembangkan benih/potensi bakat yang ada dalam diri kita agar menjadi kekuatan? Dan pada akhirnya bisa bermanfaat untuk kehidupan kita?

Sekali lagi. Tidak ada cara lain selain belajar dan berlatih yang berkepanjangan tanpa mengenal lelah. Dan sekali lagi, hukum 10.000 jam yang dilontarkan penulis Malcolm Gladwell berbunyi. Bahwa untuk menjadi yang terbaik di kita punya bidang, kita harus melakukan bidang tersebut selama 10.000 jam.

Hukum 10.000 Jam - Malcolm Gladwell

Kerja keras? Ya! Kunci kesuksesan tidak ada selain itu. Kerja keras yang terarah. Pada tulisan tentang Kecerdasan Emosional dan Spiritual sebelumnya, saya menceritakan kisah Chris Langan, yang meski ber-IQ 195 (30% lebih tinggi dari Einstein) namun sepanjang hidupnya ia hanya menjadi petani, yang tidur di kandang peternakan kuda. Mengapa? Sebab ia tidak pernah mengembangkan bakat kecerdasan yang dimilikinya.

Jadi untuk mengubah bakat menjadi keterampilan (skill) yang menguntungkan, tidak ada cara lain selain kerja keras berupa latihan dan belajar mengembangkan pengetahuan kita pada bidang bakat tersebut. Hingga 10.000 jam lamanya.

Ketika Cinta Bicara Bakat…

10.000 jam nampaknya adalah waktu yang unik. Sebab kelihatannya sangat banyak. Namun sebenarnya tidak juga.

Sebab jika anda bekerja 8 jam sehari dan 5 hari seminggu. Maka waktu 10.000 jam itu bisa anda capai selama kurang lebih 5 setengah tahun. Ini kelihatannya masih bisa dicapai. Sebab sebagian dari kita mungkin sudah bekerja di perusahaan tempat kita bekerja lebih lama lagi.

Nah pertanyaannya, tapi mengapa orang yang bekerja sekian lama itu belum juga menjadi sukses?

Jawabannya mungkin cuma satu. Dan satu hal inilah yang membedakan seseorang yang sukses dengan mereka yang tenggelam dalam sembilu dunia mediocre. Satu hal ini adalah… Cinta!

Ya, apakah ada cinta dalam pekerjaan kita? Apakah kita berangkat ke tempat kerja setiap harinya dengan penuh perasaan bahagia, semangat dan antusiasme? Atau malah berjalan sempoyongan ke tempat kerja hanya karena kita harus menjalani rutinitas pekerjaan belaka?

Cinta adalah yang membedakan segalanya. Cinta yang kita hadiahkan terhadap pekerjaan kita adalah yang menentukan akan seberapa sukses pekerjaan itu memberikan hasil. Tegasnya, apakah kita mencintai pekerjaan kita atau tidak?

Kebanyakan orang tidak benar-benar menaruh cinta yang besar terhadap pekerjaannya. Semuanya dilakukan hanya demi hal “rutinitas”. Sehingga pekerjaan bukannya menjadi ajang untuk mengeluarkan kemampuan terbaik, tapi malah menjadi beban yang setiap hari semakin menjemukan.

Untuk sukses anda butuh 10.000 jam melakukan bidang yang menjadi bakat anda. Tapi kalau anda tidak sertakan cinta yang besar di sana, maka hanya akan ada 2 kemungkinan hasilnya:
  1. Anda akan menyerah
  2. Anda melakukannya setengah-setengah.
Di lain sisi, jika sekarang anda ingin benar-benar memilih untuk mengembangkan bakat anda. Hingga menjadi kekuatan yang menguntungkan, bukan hanya anda perlu berjuang menaklukkan 10.000 jam terbang. Tapi juga anda akan menghadapi tantangan-tantangan yang jauh lebih “maut”.

Jadi jika anda tidak mencintai apa yang anda lakukan. Dan anda tidak tidak bahagia melakukannya.” Ungkap Mendiang Steve Jobs, “Maka anda akan give up.”

Mencari Tahu Bakat Anda!

Sekarang mari kita lanjut ke poin paling pentingnya. Bagaimana menemukan bakat anda?

Sejak 500 tahun sebelum masehi, para pakar human behavior (prilaku manusia), telah mencoba membagi manusia ke dalam beberapa tipe. Mulai dari yang paling klasik seperti Empedocles yang berdasar pada 4 elemen air, api, tanah, dan angin. Sampai ke tingkat yang jauh lebih modern seperti Personality Plus yang membedakan 4 jenis temperamen manusia yakni, Sanguinis, Koleris, Melankolis, dan Plegmatis.

Sejak saat itu ilmu psikologi terus berkembang guna untuk membantu manusia meningkatkan kemampuan dasar dalam dirinya. Berbagai klasifikasi pun diciptakan.

Salah satu yang paling menarik bagi saya (dan saya senang sekali menggunakan ini sebagai rujukan), adalah hasil karya Prof. Howard Gardner, yang menguak 8 jenis kecerdasan manusia. 8 jenis kecerdasan inilah yang nampaknya sangat relevan untuk membantu orang-orang dalam mencari tahu potensi bakat yang dimilikinya.

8 jenis kecerdasan manusia menurut Howard Gardner, adalah sebagai berikut:
  1. Kecerdasan linguistik: Kemampuan berbahasa, berbicara, membaca, menulis dan lain sebagainya.
  2. Kecerdasan Matematis: Kemampuan mengelola angka, menghitung, menganalisa, dan lan sebagainya.
  3. Kecerdasan Spasial: Kemampuan melihat gambar, menata ruang, dekorasi, dan sejenisnya.
  4. Kecerdasan Kinestetik: Kemampuan berolahraga, menari, dan segala hal yang terkait tangan dan gerakan.
  5. Kecerdasan Musikal: Terkait musik, lagu dan suara.
  6. Kecerdasan Interpersonal: Kemampuan memahami orang lain, negosiasi, komunikasi, dll.
  7. Kecerdasan Intrapersonal: Sangat baik dalam memahami diri sendiri. 
  8. Kecerdasan Naturalis: Kemampuan terhubung dengan alam, bergaul dengan binatang, biologi dan lain sebagainya.
8 Jenis Kecerdasan - Howard Gardner

Inilah 8 jenis kecerdasan yang diutarakan oleh Prof. Howard Gardner. Dari sini, kita tentu sudah bisa paham, mana yang paling dekat dengan diri kita. Itulah potensi bakat kita. Ingat, bahwa bakat adalah potensi. Anda tidak harus langsung hebat dalam bidang matematika untuk termasuk ke dalam kecerdasan matematis. Tapi ketika anda tertarik atau secara cepat mampu memahami pelajaran matematika sewaktu kecil, maka itu salah satu tanda bibit bakat anda pada bidang tersebut. Demikian halnya dengan jenis kecerdasan lainnya.

Yang unik adalah, bahwa berbeda dengan yang lainnya, Prof. Gardner menggunakan istilah kecerdasan. Yang mengindikasikan bahwa bakat bukanlah sesuatu yang langsung anda kuasai. Tapi sesuatu yang benih impuls otak (kecerdasan) yang untuk mengembangkannya harus dengan pembelajaran dan latihan.

Pengalaman-pengalaman Bakat

Ketika sekolah dasar hingga menengah, saya adalah orang yang sangat bodoh dalam pelajaran hitung-hitungan. Saya dibenci oleh semua guru mata pelajaran itu. Ketika SMP, guru fisika mengatakan saya anak TK. Saya dilempari penghapus papan tulis oleh guru ekonomi. Dan tak satupun guru matematika yang suka dengan saya.

Pernah suatu ketika pada pelajaran Matematika waktu SMA, saya terlambat masuk kelas. Guru matematika killer itu marah bukan main. Dan Anda tahu apa yang terjadi? Sepanjang pelajaran ia hanya sibuk mengomel dan lupa mengajar.

Tapi apa yang terjadi pada pelajaran bahasa? Bisa dipastikan saya menjadi murid kesayangan semua guru bahasa inggris. Saya menang dalam berbagai lomba debat dan pidato membawa nama sekolah. Puisi saya dianggap yang terbaik oleh guru Bahasa Indonesia saya yang sangat keren waktu itu. Sering kali menjadi moderator terbaik jika ada kelas diskusi. Di kelas drama I’m the King!

Itulah pengalaman-pengalaman bakat yang terjadi pada saya. Tanda-tanda bakat sudah terlihat semenjak usia kanak-kanak. Jelas saya punya jenis kecerdasan linguistik yang baik. Itulah benih bakat saya. Itulah yang pada akhirnya membuat saya memilih jalur menjadi penulis, pembicara, pemikir dan sejenisnya.

Saya tahu jika saya paksakan menjadi banker, maka pasti sulit bagi saya untuk bertumbuh. Because I don’t have that kind of smart there.

Tipe kecerdasan itulah yang lebih mudah untuk dikembangkan menjadi kekuatan yang menguntungkan daripada bidang-bidang lainnya.

Nah, cobalah anda ingat-ingat pengalaman-pengalaman bakat dalam hidup anda. Kaitkan dengan 8 jenis kecerdasan di atas. Kemungkinan besar anda akan tahu apa yang benar-benar menjadi bidang anda.

Jika anda kesulitan, ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:
  • Apa prestasi anda yang paling membanggakan di masa lalu?
  • Apa kelebihan anda dibanding teman-teman anda masa kecil?
  • Tanyakan pada orang-orang yang paling mengenal anda, apa kelebihan utama anda selama ini?
  • Ketika sekolah, mata pelajaran apa yang paling anda kuasai?
  • Selama ini pekerjaan apa yang menurut anda paling anda jago dan bisa diandalkan?

Mengapa Anda Ingin Mencari Tahu Bakat Anda?

Sebelum semuanya berakhir, ijinkan saya mengajukan sebuah pertanyaan sederhana.

Why you want to look for your talent? Kenapa anda ingin konsen pada bakat anda?

I bet the answer is, karena anda ingin meraih kesuksesan yang lebih baik. Atau karena anda ingin menjadi yang terbaik di bidang anda.

Sebab jika anda hanya ingin menjadi orang yang biasa-biasa saja, yang puas dengan kehidupan apa adanya, yang mengalir mengikuti arus meski ke comberan pun tak apa-apa, maka anda tidak butuh tahu bakat anda.

Tapi, anda ingin menjadi yang terbaik. Dan anda ingin menjalani hidup yang terbaik yang anda inginkan. Ketika bicara tentang menjadi yang terbaik, maka kita bicara tentang memberikan manfaat terbaik kepada orang lain. (kepada orang-orang yang kita layani. Yang menjadi target market kita).

Untuk menjadi yang terbaik. Anda harus melakukan yang terbaik. Belajar dari yang terbaik. Memberikan yang terbaik yang anda bisa.

Untuk itu bakat dan skill saja tidak cukup dalam hidup ini. Selanjutnya adalah kita harus arahkan itu kita punya bakat, agar ia bukan hanya menguntungkan kita tapi juga menguntungkan orang lain. Hal ini membutuhkan komitmen yang sekokoh gunung dari dalam diri kita. Sebuah “commitment to excellence.

Dan nampaknya hal ini jauh lebih penting daripada bakat itu sendiri.

Kesimpulan

Bakat dan Passion

Bakat adalah suatu benih potensi yang kita bawah sejak lahir. Namun ia hanyalah potensi semata. Bakat baru akan menjadi potensi ketika ia dilatih dan dikembangkan melalui proses belajar yang berkepanjangan.

Dan tepat pada titik itulah, kita butuh apa yang disebut dengan “Passion.” Gairah, antusiasme dan kecintaan dalam melakukan apa yang kita senangi. Namun untungnya, Tuhan demikian baik. Beriringan dengan bakat itu, Tuhan juga selalu menyelipkan passion di dalamnya. Bisa dipastikan bahwa ketika kita menguasai sesuatu, kita juga mencintai sesuatu itu.

Karena jika tidak ada passion di dalamnya, maka bakat itu tidak akan ada gunanya. Sebab sebagaimana pesan Emerson, bahwa, “Nothing great ever achieved without enthusiasm.” Hanya dengan passion, bakat menjadi bernilai.

Do what you love and the money will follow.” Demikian judul buku Marsha Shinatar yang demikian popolernya.

Dan tepat ketika Greatness itu sudah kita capai, money sudah follow kita punya bakat, maka komitmen untuk memberikan manfaat kepada orang lain akan menjadi suatu keniscayaan.

Demikian, mudah-mudahan tulisan sederhana ini bisa membantu teman-teman dalam menemukan bakat tersembunyi yang ada dalam diri masing-masing. Sehingga apa yang menjadi tujuan kita bisa tercapai. Amin!

7 Langkah Jitu Membangun Personal branding untuk Menyabet Pekerjaan Impian

By // 7 comments:
Apakah anda seorang fresh graduate (lulusan baru) yang sedang mencari kerja? Apa ada satu perusahaan tertentu yang sedang anda incar? Atau anda mencari pekerjaan yang cocok dengan diri anda? Kalau ya, maka semoga tulisan ini bisa membantu anda. Yakni bagaimana membangun personal branding untuk para fresh graduate dan pencari kerja?

Personal Branding

Apa itu personal branding?

Sebelum saya jelaskan apa itu personal branding, coba anda cermati ilustrasi berikut.

Anda melamar untuk sebuah posisi di sebuah perusahaan tertentu. Anda mengirim surat lamaran beserta semua kelengkapan berkas lainnya. Setelah itu anda menunggu. Iya kan?

Tapi pikirkan ini. Pada saat yang sama ada sekitar 1000 orang lain di luar sana yang juga melamar posisi yang sama dengan anda. Sebagian mereka mungkin punya pendidikan dan pengalaman yang lebih baik daripada anda, dan sebagian lagi mungkin sama atau dibawah anda. Semuanya bersaing untuk mendapatkan posisi tersebut.

Sekarang, bayangkan ada 1001 berkas surat lamaran kerja yang masuk dan menumpuk diatas meja HRD perusahaan tersebut. Salah satunya adalah milik anda. Apakah menurut anda ia (sang HRD) akan mengeceknya satu per satu?

Anda gila jika berpikir begitu…

Pada bagian ini, semuanya tentang “menarik perhatian”.

Jadi bagaimana surat lamaran anda bersaing dengan 1000 surat lamaran lainnya dalam menarik perhatian sang HRD? Nah… itulah salah satu fungsinya personal branding!


Tumpukan berkas lamaran kerja
Image From: tipskarir.com
Jadi apa itu personal branding? Personal branding adalah proses membangun citra atau kesan di pikiran orang lain sesuai dengan yang kita inginkan. Dalam hal ini target anda adalah Sang HRD. Personal brand yang baik akan mengkomunikasikan 4 hal tentang diri anda, yakni;

  • Siapa anda (bagaimana anda menjelaskan tentang profesi anda)? 
  • Apa yang anda lakukan dengan sangat baik (keahlian anda)? 
  • Untuk siapa anda melakukan itu (siapa orang-orang tertentu yang anda layani)? 
  • Dan apa yang membuat anda berbeda dari pesaing (apa keunikan anda)?

Apa yang terjadi ketika kita tidak membangun personal brand?

Tentu yang pertama dalam kasus di atas, surat lamaran anda hanya akan dilewati begitu saja. Sebab tidak menarik perhatiannya. Jadi dalam seleksi berkas saja anda akan gagal.

Yang kedua adalah, orang akan membangun citra diri kita seenaknya dia saja. Dan ini tidak akan membantu kita sebab bisa saja apa yang ia persepsikan tentang diri kita berbeda dengan diri kita yang sebenarnya. Jadi anda harus mengkomunikasikan dan menyampaikan informasi yang lengkap dan positif tentang diri anda, apa kelebihan anda, apa keahlian anda, prestasi, pengalaman dan lain-lain. Namun, tetap semua itu dilakukan dengan cara yang natural dan elegan.

Apa Untungnya Membangun Personal Branding?

Ada banyak sekali keuntungan yang akan anda dapatkan ketika membangun personal branding yang baik.

1. Anda akan tampil menonjol dari pesaing-pesaing anda. Dalam hal ini berkas lamaran anda akan sangat menonjol dan berbeda dari yang lainnya, sehingga anda akan menarik perhatian sang perekrut. Sehingga sulit bagi mereka untuk tidak menerima anda.

2. Orang akan mengenal anda dengan lebih baik. Ini memungkinkan anda ditempatkan pada posisi yang tepat sesuai dengan diri anda. Saya sering begitu. Saya sering melamar pekerjaan untuk posisi sebagai A, sebab hanya itu lowongan yang ada. Tapi tidak menutup kemungkinan setelah kita melakukan wawancara, perekrut akhirnya tahu potensi diri kita yang sebenarnya, sehingga kita ditempatkan di posisi B. Yang memang sesuai dengan bidang kita.

3. Anda akan lebih mudah diingat dan direkomendasikan. Oleh pakar marketing, Seth Godin ini disebut sebagai strategi purple cow (sapi ungu). Bayangkan ada melihat ada satu sapi berwarna ungu ditengah gerombolan sapi warna putih coklat. Mana yang menarik perhatian anda? Mana yang akan anda ingat? Mana yang akan anda ceritakan kepada teman-teman anda? Begitupun dalam hal mencari kerja, ketika anda membangun personal branding, berarti anda unik dan berbeda. Karena itu para perekrut akan mudah mengingat anda, dan juga akan merekomendasikan anda pada jajaran pemimpin dan pengambil keputusan perusahaan tersebut.

4. Harga anda akan lebih mahal. Anda akan dibayar lebih mahal, sebab para perekrut akan berpikir bahwa anda adalah orang yang ahli di bidangnya. Anda punya kompetensi yang berbeda dari yang lain. Anda adalah bibit unggul.

Masih banyak keuntungan yang akan anda dapatkan sebagai fresh graduate atau pencari kerja jika membangun personal branding. Namun 4 hal di atas sudah sangat-sangat cukup untuk membantu anda meraih posisi yang anda inginkan dan pekerjaan.

Jadi Bagaimana Membangun Personal Branding Untuk Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Sampailah kita pada bagian terpenting. Bagaimana membangun personal branding untuk fresh graduate dan pencari kerja agar sukses mendapatkan pekerjaan impian?

Kita mulai dengan prinsipnya dulu. Setidaknya ada 3 prinsip utama dalam membangun personal branding. Dan ini bukan hanya untuk para fresh graduate dan pencari kerja. Tapi untuk membangun personal branding dalam bidang apapun. Ketiga prinsip itu adalah;
  1. Asli
  2. Potensi
  3. Konsistensi
Mari saya jelaskan satu per satu.

Asli, artinya membangun personal branding harus benar-benar sesuai dengan diri anda. Pak Hermawan Kartajaya menekankan, Brand yang terbaik adalah brand yang autentik. Ketika membangun personal brand, kita tidak merekayasa informasi apapun tentang diri kita sehingga kita akan tampak hebat di benak orang lain. Tidak. Kita sesuai dengan keaslian diri kita. Setiap manusia itu unik. Dan keunikan inilah yang menjadi modal bagi kita untuk membangun personal branding.

Potensi, artinya yang kita komunikasikan adalah potensi diri kita saja bukan semuanya. Setiap orang punya kekurangan dan kelebihan. Punya potensi dan keterbatasan. Tapi yang kita fokuskan cukup potensi kita saja. Apa kekuatan utama kita. Itu yang ingin kita sampaikan. Di Indonesia, budaya kita kan kebanyakan gak enakan, merendahkan diri, atas nama sopan santun. Kalau di tanya, “Apa kelebihan anda?” biasanya orang Indonesia itu jawab “Saya mah cuma ini.. cuma itu. Sedikit bisa ini, sedikit bisa itu!” kesannya kita ingin sopan santun. Padahal ini tidak lagi relevan sekarang.

Percayalah kalau anda cari kerja di luar negeri pakai cara begitu, tidak akan ada yang menerima. Justru kita harus percaya diri. Menyebutkan kelebihan dan kekuatan kita dengan penuh keyakinan. Pemimpin perusahaan dan perekrut itu mencari orang-orang yang percaya diri dan bisa diandalkan mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya nanti. Kalau anda tidak menumbuhkan kesan dan pesan bahwa anda percaya diri dan penuh keyakinan, maka mereka akan berpikir anda tidak bisa diandalkan.

Dalam personal branding ada istilah bragologue, yakni seni berkomunikasi untuk menyampaikan hal-hal yang membanggakan tentang diri kita kepada orang lain. Seperti prestasi, potensi, pengalaman dan keahlian kita. Dan ini dilakukan dengan cara yang elegan tanpa terkesan sombong.

Konsitensi, artinya membangun brand itu harus dilakukan secara konsisten. Membangun personal branding bukanlah hanya untuk kebutuhan mencari kerja saja, kemudian nanti begitu diterima kita melakukan seenaknya saja. Pertanggung jawabkanlah apa yang sudah anda ucapkan. Omongan anda adalah janji. Dan janji adalah utang.

Itulah 3 prinsip utama dalam membangun personal branding. Sekarang mari kita masuk ke langkah tekhnisnya.

Dan semua itu terletak pada berkas lamaran anda.

Jadi bagaimana melakukannya?

1. Petakan diri dan brand anda.
Ingat, personal branding mengkomunikasikan 4 hal. Siapa anda? Apa yang anda lakukan? Untuk Siapa? Dan mengapa harus pilih anda bukannya pesaing? Untuk itu anda sebagai pencari kerja, harus terlebih dahulu menjawab keempat pertanyaan tersebut.

  • Siapa anda, itu bukan hanya menanyakan nama anda, tapi juga profesi anda. Loh, kan belum kerja masa punya profesi? Punya!

    Profesi itu anda yang tempatkan sendiri. Siapa anda menurut anda? Jangan menilai diri anda dari kondisi anda sekarang. Tapi siapa diri anda yang sebenar-benarnya. Misalnya, Nama Saya Edward Rhidwan, saya adalah seorang penulis. Itulah profesi saya. Meski saya bahkan belum punya buku sendiri, atau belum mendapatkan uang dari bidang kepenulisan. Tapi saya adalah penulis. Memang ada aturannya seseorang baru bisa dikatakan penulis kalau sudah punya buku? Atau sudah punya uang? Tidak! Tapi kita ingin jadi apa dan siapa, kitalah yang tentukan! Seharusnya, begitu lulus kuliah seseorang sudah harus tahu apa profesinya. Karena kita kuliah tentu untuk mempersiapkan semua itu.

    Ingat, hidup kita kitalah yang menentukan sendiri. Bukan orang lain, bukan perusahaan, bahkan bukan pekerjaan kita. Profesi ini harus benar-benar mencerminkan diri dan passion kita. Baca penjelasannya lebih lanjut di sini.
  • Apa yang anda lakukan, anda perlu menunjukkan apa yang anda lakukan sesuai profesi anda tersebut. Kita menunjukkan apa keahlian kita. Apa bidang yang bisa kita lakukan dengan sangat baik.

    Sekaligus memberitahukan kepada perekrut kerja tentang layanan apa yang akan kita berikan kepada mereka. Misalnya saya adalah seorang penulis, maka yang saya lakukan adalah menulis artikel/buku, mengelola blog dan lain-lain. Jika anda adalah seorang marketer misalnya, maka yang anda lakukan adalah merancang strategi marketing, melakukan pemasaran dan penjualan produk. Jika anda adalah seorang akuntan, maka anda akan membuat laporan keuangan yang baik dan efisien, melakukan perencanaan keuangan yang baik, dan lain-lain.

    Intinya adalah buatlah daftar dari apa-apa yang dilakukan seorang dari profesi anda, kemudian cocokkanlah dengan keahlian anda. Kemudian jadilah yang terbaik di bidang yang anda pilih.
  • Untuk siapa anda melakukan itu, di sini anda menjelaskan orang-orang yang anda layani. Mereka adalah target market (audience) anda. Target market memungkinkan anda menjadi terkesan lebih ahli.

    Misalnya anda adalah seorang marketing strategis, yang memberikan rencana strategi marketing dan penjualan untuk perusahaan menengah. Seperti yang saya gunakan dulu, ketika melamar kerja di travel agent, saya menulis dengan jelas “marketing travel agent”. Ini menimbulkan kesan kepada perusahaan bahwa anda benar-benar orang yang tepat untuk mereka.
  • Mengapa harus anda, pada bagian inilah anda menjelaskan panjang lebar mengenai riwayat, pendidikan, pengalaman, kursus, rekomendasi atau apapun yang mendukung bahwa anda memang adalah orang yang benar-benar yang terbaik di bidang anda.

    Tips yang juga membantu adalah surat rekomendasi. Mintalah surat rekomendasi dari perusahaan tempat anda bekerja sebelumnya, atau mintalah semacam testimonial tentang pelayanan anda kepada klien-klien anda.

    Ada satu tips ampuh lagi untuk mendapatkan kepercayaan yakni dengan blog. Mengelola sebuah blog tentang bidang keahlian anda, akan semakin menunjukkan ke-pakar-an anda di bidang tersebut. Banyak riset dan studi membuktikan bahwa blog adalah alat yang sangat-sangat powerful untuk membangun personal branding

2. Personal Branding Statement.
Susunlah 3 point pertama di awal dalam satu kalimat sederhana dan mudah dipahami. Misalnya, Edward Rhidwan “marketing strategis, yang berfokus pada strategi marketing dan penjualan untuk perusahaan travel agen.”

Bagian ini harus menjadi tagline pribadi anda. Atau dalam istilahnya tom peters adalah elevator pitch.

Juga dalam CV anda harus ada bagian ringkasan singkat mengenai diri anda ini. Letaknya adalah di bawah nama anda. Pada bagian inilah anda menjelaskan semua tentang hal-hal di atas. Kesalahan banyak sekali orang adalah tidak menempatkan bagian ini di CV mereka. Orang-orang hanya menulis judul sebagai Curriculum vitae, kemudian data pribadi, data kontak, pendidikan, pengalaman, dan sebagainya. Padahal bagian ini sangat penting, kalau bukan yang paling penting.

Contohnya sebagai berikut:

Personal Branding Statement
image from: launch-factory.com

Intinya, CV anda harus mencakup dan menjawab ke empat pertanyaan di atas. Kalau tidak kemungkinan besar lamaran anda hanya akan berlalu begitu saja.

5. Promosikan diri pada surat lamaran anda.
Banyak orang menulis surat lamaran seadanya saja. Tanpa ada kalimat yang mempromosikan dirinya pada surat lamaran itu. Padahal pada surat lamaranlah, anda seharusnya mempromosikan diri dan kelebihan anda. Tulis mengapa anda adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi tersebut. Tulis riwayat pendidikan, pengalaman kerja, dan kursus, dan apapun kelebihan anda dalam kalimat yang sederhana dan elegan. Sekali lagi jangan menggunakan format penulisan surat lamaran yang umum. Anda harus berbeda.

Untuk contoh penulisan surat lamaran yang membius nanti akan saya post tentang itu. So tetap jangan sampai ketinggalan ya... berlanggananlah newsletter agar update tulisan selanjutnya langsung terkirim ke email anda!

4. Gunakan kertas CV dan surat lamaran yang unik dan berbeda.
Kuncinya dalam personal branding adalah menjadi berbeda. Kita ingin menarik perhatian perekrut. Karena itu gunakanlah kertas CV dan surat lamaran yang tidak biasa. Saya biasanya menggunakan kertas ijazah. Yang tebal dan ada teksturnya.

Jangan sekali-kali menggunakan surat lamaran foto-kopian yang sudah berformat itu! Itu haram hukumnya untuk personal branding!

5. Desain CV anda dengan unik dan elegan.
Anda bisa googling untuk melihat contoh-contoh CV yang unik. Jangan pernah anda mendesain CV seadanya, dengan format standar. Apalagi di tulis tangan (kemudian ada coretan dan bekas stip dimana-mana). Ingat, anda sedang bersaing dengan 1000 orang lainnya. Pastikan CV anda rapi, bersih, elegan dan unik.

Di internet banyak situs web yang memungkinkan anda untuk mendesain CV secara unik. Seperti misalnya yourcvbuilder.com dan cvmaker. Atau kalau tidak mau repot anda bisa menyewa layanan pembuatan CV online seperti desaincv.com.

Apakah harus mengeluarkan uang hanya untuk sebuah CV? YA! Ingat, anda sedang bersaing dengan ratusan pelamar lainnya. Dan demi kesuksesan karir di masa depan, saya kira ini sangat penting.

6. Gunakan foto diri anda yang terbaik dan kelihatan professional.
Kecuali anda melamar untuk menjadi foto model anda bisa menggunakan foto-foto alay anda. Tapi jika anda melamar di sebuah perusahaan, maka anda wajib menggunakan foto yang professional.

Foto adalah salah satu elemen paling penting dari personal branding. Orang mungkin melihat pengalaman kerja anda yang panjang, atau jenjang pendidikan anda yang selangit, tapi kalau foto wajah anda tidak mencerminkan profesionalitas, maka tetap saja percuma. Dalam berkas lamaran kerja, foto adalah yang paling pertama di lihat.

Foto anda harus tersenyum (kebanyakan orang tidak). Anda harus tampil percaya diri, gunakan jas yang rapi, lebih bagus lagi jika pakai dasi.

Ingat, jangan pernah meng-klip (menjepit) foto anda langsung, bungkuslah foto anda dan klip-lah bungkusnya. Perlakukan diri anda dengan penuh penghargaan.

7. Kemaslah berkas dokumen anda dengan elegan dan terbaik.
Dalam melamar pekerjaan, dokumen surat lamaran andalah yang menjadi wakil diri anda. Tentu anda tidak ingin membuat kesan yang asal-asalan tentang diri anda. Karena itu kemaslah seluruh berkas dokumen anda dengan baik, rapi dan elegan.

Biasanya urutan terbaik untuk menyusun berkas-berkas adalah foto yang dibungkus plastik dan diklip plastiknya, dibawahnya Surat lamaran, kemudian CV, foto kopi KTP, ijazah, transkrip nilai, serta berkas-berkas pendukung lainnya seperti sertifikat, kursus, surat rekomendasi, dan lain-lain. Kemudian tempatkan pada amplop surat lamaran yang rapi dan bersih. Jangan sekali-kali pakai map (aduh tahun berapa ini?). Ketik alamat perusahaan dan kolom kode pekerjaan yang dilamar. Jangan di tulis tangan! Buat yang rapi.

Contoh amplop surat lamaran kerja
img from: www.zonanesia.net
Pastikan juga bahwa anda melengkapi dokumen-dokumen sesuai dengan yang dipersyaratkan perusahaan. Kalau sebuah perusahaan mensyaratkan anda harus bisa mengendarai mobil, maka sertakanlah SIM mobil anda. Kalau perusahaan mensyaratkan status single dan bersedia tidak menikah, sebaiknya ada surat keterangan tentang itu. Tapi kalau tidak, ya tidak usah juga anda sertakan semuanya sampai surat akte kelahiran, akte nikah apalagi surat akte jual beli tanah (hehe).

Mengirim Berkas Lamaran

Sampai di sini anda sudah membuat berkas lamaran kerja yang mematikan. Dan ini sudah cukup membuat anda stand out dibanding ratusan pelamar lainnya.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana seharusnya mengirim lamaran ini? Apakah di antar langsung, di kirim via pos, atau via email?

Well… sebenarnya tidak ada aturan baku untuk itu.

Semua tergantung kondisi dan kebutuhan masing-masing. Namun menurut pengalaman saya, beberapa kali saya mengirim via email itu responnya agak lama, bahkan kadang-kadang tidak ada balasan sama sekali. Pernah juga saya mengantar sendiri. Keuntungannya adalah kita akan lebih siap jika nanti kelak mendapat panggilan wawancara.

Namun yang paling sering saya lakukan adalah dengan mengirim via pos. Ada beberapa alasan mengapa saya memilih cara ini. Selain tidak terlalu repot mengantar sendiri, biasanya surat yang masuk ke perusahaan yang diantar lewat pos akan diperlakukan istimewa oleh karyawan yang menerima surat itu. Misalnya diantar langsung sepecepatnya ke meja sang HRD. Sehingga kerapian dan kebersihan berkas kita bisa lebih terjaga sampai di depan mata sang HRD-nya sendiri.

Alasan lainnya adalah menyangkut personal branding.

Ha… Memang ada hubungannya?

Ya ada!

Kalau kita mengirim dengan pos, kita akan terkesan lebih professional. Mereka akan berpikir kita orang penting yang menghargai waktu dan diri kita sendiri. Sebab kita tidak buang-buang waktu dan tenaga hanya untuk pekerjaan mengantar surat semata. Ini memang hal sepele tapi dampaknya cukup kuat untuk membentuk kesan positif di benak perusahaan.

Namun kembali lagi, sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anda. Kalau anda melamar pekerjaan yang berkaitan dengan bidang IT, internet maka tentu email adalah cara terbaik. Anda bisa belajar bagaimana tips mengirim surat lamaran menggunakan email dari mas Haqqi di sini.

Pada posting selanjutnya saya akan menulis tentang langkah dan strategi sukses lolos wawancara kerja. So jangan sampai ketinggalan ya.. berlangganlah update artikel blog ini via email anda, agar tulisan selanjutnya langsung terkirim ke email anda!