Showing posts with label pengembangan diri. Show all posts
Showing posts with label pengembangan diri. Show all posts

Bagaimana Membentuk Kebiasaan Baru Hanya Dalam Waktu 5 Hari Tanpa Ribet

By // No comments:
Kita adalah makhluk kebiasaan. Aristoteles mengatakan, kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Artinya kebiasaan kita-sesuatu yang kita lakukan setiap harinya-akan menentukan seperti apa kualitas kehidupan kita ke depannya.

Permasalahannya, kebiasaan ini bukan sesuatu yang mudah untuk kita ciptakan. Banyak orang yang mengaku ingin membuat kebiasaan baru yang lebih memberdaya, tapi mereka sangat kesulitan melakukannya. 

Belum lagi, kebiasaan buruk yang selama ini membelenggu hidup kita, sangat amat sulit untuk dihapuskan.

Padahal kita tahu, bahwa untuk sukses, maju dan berkehidupan lebih baik, kita butuh kebiasaan-kebiasaan yang positif dan powerful.


Nah, bagaimana sih menciptakan kebiasaan baru yang powerful itu tanpa ribet, tanpa gagal, dan kalau perlu hanya dalam waktu singkat.

Pada postingan kali ini, saya akan menunjukkan sebuah video yang bisa menjawab permasalahan tersebut. Saya sendiri suka dan sedang mempraktekkan tekhnik-tekhnik yang diajarkannya, dan saya rasa ini sangat baik untuk teman-teman juga. 

Tapi sebelumnya, mari kita bedah dulu masalah kebiasaan. Kenapa sih kebiasaan itu sulit sekali kita kendalikan? Lantas mengapa pula kebiasaan itu begitu dahsyat pengaruhnya terhadap kehidupan kita?

Untuk menjawab hal ini kita perlu tahu, dimana sih letaknya kebiasaan itu dalam diri kita? Baru kemudian setelahnya kita bisa mengubah atau menghilangkannya.

Sebagaimana yang kita ketahui, kebiasaan itu letaknya di Pikiran Bawah Sadar (Subconscious Mind). 

Nah, pikiran bawah sadar ini tidak bisa kita kendalikan secara langsung, karena itulah kebiasaan sulit kita kontrol. 

Namun meski begitu, tidak berarti tidak bisa kita manage. Ada beberapa cara powerful yang bisa kita lakukan untuk masuk dan mengendalikannya. Salah satunya yang paling sakti adalah, Repetisi (pengulangan).

Pikiran bawah sadar akan merespon sesuatu yang cenderung kita lakukan berulang-ulang. Nah, dengan tekhnik-tekhnik khusus ini pulalah yang akan diungkap di video berikut. Tapi tenang saja, karena tekhnik-tekhnik yang diajarkan cukup mudah dan gampang.

Lantas mengapa sih pikiran bawah sadar ini begitu dahsyatnya? Ternyata banyak pakar mengatakan bahwa pikiran bawah sadar mengendalikan hidup kita 88% lebih kuat dari pada pikiran sadar itu sendiri. Inilah alasan mengapa Aristoteles mengatakan, bahwa kebiasaan kita menentukan kualitas hidup kita.

Sederhananya prinsipnya begini: Awalnya kita membentuk kebiasaan kita, kemudian lama-lama kebiasaanlah yang membentuk kita.

Oke, kalau anda sudah penasaran bagaimana cara-cara membentuk kebiasaan baru yang lebih powerful hanya dalam waktu 5 hari, langsung saja tonton video berikut sampai habis...

Selamat menonton...




Self-Confidence Mastery: Kiat Mendayakan Pikiran dan Meningkatkan Kepercayaan Diri Secara Instan Tapi Powerful

By // No comments:
Februari 2012 lalu saya sempat menulis sebuah artikel karier di Majalah Cosmopilitan Men yang bertajuk bagaimana berpikir out of the box untuk mengatasi masalah-masalah yang ada di kantor. Itu adalah pengalaman perdana saya menulis di media nasional sekelas Cosmo.

Yang unik, ketika itu status saya masih sebagai karyawan biasa di sebuah perusahaan dan terbilang masih newbie. Bagi sebagian orang, barangkali pengalaman menulis di media seperti itu tidak ada apa-apanya. Biasa saja. Tapi setidaknya bagi saya hal itu sangat membanggakan kala itu.

Sebagian teman lantas ada yang bertanya keheranan, bagaimana bisa seorang yang bukan siapa-siapa menulis tips karir di sebuah majalah nasional?

Nah, barangkali postingan kali ini adalah jawabannya.

Di mendungnya langit kamis sore ini, saya ingin menyuguhkan seuntai cerita, kiat serta rekomendasi terbaik untuk membantu meraih kesuksesan yang diimpikan. Sebuah produk tentang bagaimana mendayakan kekuatan pikiran dan meningkatkan level kepercayaan diri hingga berkali-kali lipat.

Jika anda punya permasalahan serupa, silahkan baca, hayati dan resapi apik-apik postingan kali ini. Bisa jadi ini adalah titik balik perubahan hidup anda menjadi lebih baik. Oke???

Ketika Ke-PD-an Jadi Dilema!

Dalam ebook The Power of Pretending yang saya rilis tahun 2011 silam, saya menulis tentang kisah seorang gadis cantik bernama Alinda yang punya mimpi ingin menjadi seorang penulis novel ternama. Beragam upaya pun dilakoni demi mencapai impian tersebut.

Mengirim naskah kepada sebanyak mungkin penerbit, dan mendapat penolakan yang sama jumlahnya. Ia kemudian belajar dan berusaha lebih giat lagi, tapi tak jua kunjung menjemput kesuksesan.

Jadi apa yang salah?

Ternyata satu hal. Yakni: Alinda belum berpikir sukses. Ia masih memandang dirinya sebagai seorang gadis muda yang ingin menjadi penulis. Bukan memandang dirinya sebagai seorang penulis yang layak dan benar-benar sudah sukses.

Singkatnya Alinda tidak percaya diri. Dan itu semua tercermin dari hasil karyanya. Semua itu tebaca dalam hal-hal yang bisa dijadikan syarat penerbit untuk menerima dan menerbitkan sebuah novel.

Masalah kepercayaan diri memang sudah menjadi masalah klasik yang dialami oleh mayoritas orang. Menurut Dr. Joe Rubino, penulis dan pakar kepercayaan diri Amerika, bahwa 85% manusia di dunia, mengalamai masalah krisis kepercayaan diri. Wow... Sebuah angka yang tidak main-main jumlahnya ya.

Rahasianya Sederhana. Pikiran!

Segala sesuatu bermula dari pikiran kita. "Ubahlah pikiranmu, maka kau akan mengubah duniamu!" Demikian Norman Vincent Peale pernah memberi wejangan.

Sebelumnya, sang bijak Buddha pun pernah berpesan, "Segalanya berawal dari pikiran. Dengan pikiranlah kita menciptakan hidup kita."

Begitulah, pikiran adalah KOENTJI segala-galanya.

Demikian pula halnya dengan misteri kepercayaan diri. Banyak orang yang bertanya-tanya, mencari sampai ke negeri antah-barantah, membaca ratusan buku-buku pengembangan diri yang ada, ikut seminar senilai puluhan juta harganya, hanya untuk mencari rahasia bagaimana meningkatkan kepercayaan diri.

Padahal kepercayaan diri itu tidaklah se-rempong dan se-njelimet itu. Rahasianya sebenarnya terletak di dalam pikiran kita sendiri. Dengan tekhnik dan kiat tertentu, yang bisa kita pelajari dengan mudah, kita pun bisa mengangkat dan mengungkit level PD kita hingga berkali-kali lipat.

Itu semua mudah. Jika anda paham caranya!

Saya tidak ingin main rahasia-rahasiaan. Terkait dengan hal itu, kali ini saya akan coba mereview sebuah produk yang mengklaim mampu membantu meningkatkan kepercayaan diri kita dalam waktu singkat.

Nama produk itu adalah...

Self-Confidence Mastery - Cara terampuh jadi percaya diri hanya dalam waktu 5 menit.
Self-Confidence Mastery

Tentang Self-Confidence Mastery

Bagi yang belum tahu, Self-Confidence Mastery adalah sebuah produk (berupa ebook) yang membahas rahasia menjadi percaya diri dalam waktu 5 menit. (Begitu tertulis di bukunya).

Ebook ini ditulis oleh seorang trainer pengembangan diri dan penulis buku "Apa yang dilakukan Einstein Saat Galau?" Namanya Mas Bayu Prasetio dari Semarang. (Meski ia lebih senang disebut dari Indonesia, katanya). Beliau adalah seorang Neo NLP Trainer tersertifikat dari Neo NLP Society.

Apa yang anda pelajari dari Ebook ini?

  • Bagaimana Supaya Menumbuhkan Pesona Diri
  • Menguak Rahasia Di Balik Prilaku Manusia Serta Bagaimana Membentuk Kepribadian Positif
  • Rahasia Bagaimana Agar Kita Bisa Percaya Diri Dengan Instan
  • Latihan-latihan Efektif Untuk Menumbuhkan Kepercayaan Diri
  • Cara Menghindarkan Diri Dari Hal-hal Negatif.
  • Dan masih banyak lagi.

Apa Kata Orang-orang Tentang Ebook Ini?

"Ebooknya keren abis... Betapa mudahnya ebook ini mengajarkan untuk percaya diri dan yang membedakan dari ebook lainnya adalah, ada bagian latihannya juga. Sangat direkomendasikan untuk dibaca.
-Galih Driandanu, CT.NNLP, Neo NLP Trainer / Founder Visual Training Center

"Kendalikan pikiran kamu, atau pikiran kamu jadi budak informasi negatif yang mengakar dalam pikiran, buku ini mengajarkan tentang bagaimana pikiran itu bekerja, ketahui caranya dan jadi pribadi percaya diri dalam 5 menit."
-Dodox, Magician / Owner www.TokoTrikSulap.com 

"Membaca buku Self-Confidence Mastery membuat saya seolah sedang berbicara langsung dengan penulisnya. Gaya bahasa yang santai namun tetap berkelas, disertai contoh-contoh riil dari kehidupan nyata, memberikan ruh yang mendorong saya untuk terus membaca buku ini sampai selesai dan menimbulkan gairah untuk segera mempraktekkannya. Kini giliran Anda semua
-Cahya Fajar Budi Hartanto,M.Mar.,M.Si.Vice Director of Akpelni Semarang / Founder IKABA Motivation & Leadership Training Center (ikaba.org) 

"Waww ! Mas Bayu membongkar rahasia percaya diri di Ebook ini. Simple & applicable!” 
-dr. Satrio JokoDokter, Dosen, Hypnotherapist / Penulis buku Doctor Hypnosis

Review Jujur Saya Tentang Self-Confidence Mastery

Itulah sekilas gambaran singkat tentang produk Self-Confidence Mastery ini. Untuk lebih detailnya anda bisa langsung menyambangi websitenya di SelfConfidenceMastery.com

Nah, sekarang bagaimana pendapat jujur saya tentang produk ini?

Oke berikut ulasannya...

Pertama, dari segi gaya bahasa. Ringan, praktis dan mudah dipahami. Itulah yang bisa saya bilang. Memang benar apa kata testimoni Cahya Fajar di atas. Bahwa membaca bukunya seperti sedang bicara langsung dengan penulisnya. Tutur bahasanya sederhana namun tetap berbobot. Tidak ada kata kata atau istilah yang bikin dahi kita perlu mengkerut.

Ringkasnya, saya enjoy membacanya. Setiap pembahasan diurai dengan apik di masing-masing bab. Sehingga selesai baca satu bab, kita bisa langsung paham satu point utama dari bab tersebut. Meski pada beberapa bagian terkadang penjelasan mengenai suatu poin masih kurang rapet.

Selain itu, tampilan ebooknya pun cukup keren dan tidak mbosenin.

Dari sisi konten, produk ini sangat aplikatif. Bisa dipraktekkan langsung. Latihan-latihan yang ditawarkan pun to the point dan terukur. Sangat cocok untuk orang-orang yang maunya langsung action. Tanpa mau direpotkan dengan teori-teori yang bikin ribet

Sekarang kita bicara langsung tentang poin intinya. Tentang rahasia meningkatkan kepercayaan diri yang dijanjikan itu. Apa benar bisa meningkatkan kepercayaan diri kita dengan instan?

Sebenarnya di awal menemukan produk ini, saya sudah punya ekspektasi tinggi. Bahwa buku ini akan menyediakan prinsip-prinsip inovatif, dan penuh terobosan seputar peningkatkan kepercayaan diri.

Dan ternyata memang benar. Apa yang dijanjikan memang bisa membantu kita meningkatkan kepercayaan diri dalam waktu singkat. Meski saya berharap lebih lagi sebenarnya, tapi semua ini sangat worth it untuk anda. Jika anda praktekkan, pasti sangat ampuh dan powerful untuk melejitkan level PD anda.

Anda tidak akan rugi membeli produk ini. Nilai return of investment anda, akan terbayar. Dan anda akan puas.

Perlu saya katakan, prinsip rahasia yang ada dalam buku inilah yang saya hidupi dan jalani selama ini. Dan prinsip ini benar-benar ampuh untuk meningkatkan kualitas hidup kita. Bukan hanya dalam hal meningkatkan kepercayaan diri, tapi dalam segala hal. Saya sudah menjalaninya sejak tahun 2011 silam. Dan buku mas Bayu ini semakin mencerahkan hal tersebut.

Mengapa Saya Merekomendasikan Produk Ini?

Seperti yang saya bilang, I'm the living proof of the prinsciple reveal from this book. Karena itulah saya merekomendasikan produk ini. Saya sendiri merasakan dahsyatnya tekhnik yang diajarkan mas bayu dalam bukunya itu.

Bukan tekhnik coba-coba atau iseng-iseng berhadiah. But I'm truly live with it. Saya hidup dengan prinsip ini. Hasilnya? Ekselen!

Asbab itulah saya juga ingin anda merekomendasikannya kepada anda. Silahkan baca dan jajal sendiri.

Bonus Ekslusif Dari Saya!

Satu lagi, menurut saya ebook Mas Bayu ini sangat cocok dikombinasikan dengan sebuah ebook yang juga pernah saya tulis. Dengan kombinasi keduanya, anda akan semakin paham tentang tekhnik rahasia yang diajarkan. Saya jamin deh!

Karena itu saya ingin memberikan anda bonus ekslusif. Jika anda sudah mendapatkan ebook Self-Confidence Mastery tersebut, silahkan kirim email kepada saya (edwardrhidwan@gmail.com). Maka saya akan segera mengirim bonus spesialnya untuk anda.

Oke sekian review jujur saya mengenai produk Self-Confidence Mastery ini. Mudah-mudahan bermanfaat untuk anda. :)

Apa dan Bagaimana Melakukan Pengembangan Diri Yang Efektif?

By // 1 comment:
Sejak 3000 tahun silam, di India, orang sudah mengenal praktek-praktek semisal yoga, meditasi dan tekhnik pernafasan tertentu. Sementara Di China, orang-orang sudah menciptakan wushu, thai chi, bahkan akupuntur.

Di Jepang, orang-orangnya sudah mengenal dan menghidupi apa yang disebut dengan istilah “Kaizen.” Yang artinya kurang lebih adalah penyempurnaan secara kontinyu. Perbaikian berkelanjutan. Oleh Masaaki Imai, seorang pakar produktivitas, kemudian menulis dalam bukunya, “Kaizen, The Key to Japan’s Competitive Success” bahwa inilah rahasia kesuksesan orang-orang jepang.

Bahkan di kebudayaan Yunani dan Romawi Kuno, yang merupakan pusatnya ilmu filsafat, telah ditemukan praktek-praktek epimelia (praktek pengembangan diri) bahkan sebelum aristoteles dan kawan-kawannya lahir. Demikian papar Michel Foucault dalam Care of Self.

Apa dan Bagaimana Melakukan Pengembangan Diri Yang Efektif?
Pengembangan Diri
Menurut sejarah berbagai bangsa-bangsa, dari dulu orang sudah banyak berfokus untuk senantiasa mengembangkan dan meningkatkan kualitas dirinya. Jadi, pengembangan diri bukanlah ilmu baru melainkan sudah menjadi budaya manusia sedari lama. 

Pengertian Pengembangan Diri

Pengembangan Diri adalah segala aktifitas/kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan nilai, kepribadian, dan kompetensi seorang individu. Tujuannya utamanya setidaknya ada dua, yakni untuk mendapatkan pengalaman hidup yang lebih baik atau untuk mencapai suatu aspirasi atau cita-cita tertentu.

Sederhananya pengembangan diri berarti menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Sebagaimana memang yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad 14 abad silam. Bahwa orang yang hari ini sama atau lebih buruk dari hari sebelumnya adalah orang yang rugi dan celaka. Satu-satunya orang yang beruntung adalah mereka yang senantiasa memperbaiki dan meningkatkan diri menjadi lebih baik setiap harinya.

Menurut Wikipedia, pengembangan diri bisa mencakup hal-hal berikut:
  • Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan diri
  • Mengasah keterampilan atau mempelajari keterampilan baru
  • Membangun atau memperbaharui identitas diri (personal branding)
  • Mengembangkan potensi atau bakat
  • Meningkatkan kesejahteraan hidup
  • Membangun kinerja SDM
  • Meningkatkan gaya atau kualitas hidup
  • Meningkatkan kesehatan
  • Memenuhi aspirasi atau cita-cita
  • Membangun sikap positif
  • Meningkatkan kemampuan sosial, dan lainnya.

Aspek dan Contoh Praktek Pengembangan Diri

Yoga: Praktek pengembangan diri lawas dari India
Yoga: Praktek Pengembangan Diri Lawas dari India | img from: yogameditationhome.com
Pengembangan diri mencakup semua aspek kehidupan kita. Termasuk fisik, emosional, financial, sosial, spiritual dan waktu. Semua aspek itu memiliki praktek professional maupun konvensional untuk meningkatkannya. Artinya kita bisa meningkatkan suatu bidang kehidupan kita dengan program-program pengembangan diri yang ada. Berikut contoh-contohnya;

#1. Aspek Fisik: Seperti olahraga, fitness, wight loss (program diet), beauty enhancement, martial art, dll.

#2. Aspek Mental/Emosional: Seperti meditasi, yoga, Emotional Quotient (EQ), seminar motivasi, NLP, Hypnosis, Logoterapi, dan lain sebagainya.

#3. Aspek Spiritual: termasuk praktek-praktek peribadatan agama seperti dzikir, haji, Spiritual Quotient (SQ), prana, rei ki dan lain-lain.

#4. Aspek Financial: Financial Planning, Cashflow Quadrant, Investasi, Menabung dan lain-lain.

#5. Aspek Sosial: Public relation, Public speaking, leadership, interpersonal skill contohnya buku-buku semisal How To Win Friends And Influence People, Deal with people, dll.

(Dalam bukunya, Awaken The Giant Within, Anthony Robbins memasukkan waktu sebagai satu bidang yang perlu dikuasai dalam kehidupan. Yakni time manajemen.)

Jadi kita bisa pilih, bidang mana yang ingin kita tingkatkan dalam kehidupan kita. Kemudian dengan bantuan instruktur atau mentor professional, kita bisa melakukannya dengan lebih baik dan efektif. Misalnya kita ingin meningkatkan bidang spiritual, kita bisa belajar dengan tokoh agama semisal uztads, pendeta atau biksu. Begitupun dengan bidang emosional misalnya, kita bisa join pelatihan-pelatihan semisal NLP, hypnosis dan lain sebagainya. Atau bisa juga dengan membaca buku/blog yang berkualitas. Semisal Blog Pengembangan Diri ini. :)

Psikologi Pengembangan Diri

Dalam teori motivasi manusia oleh Abraham Maslow yang terkenal, pengembangan diri memang merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Maslow mengungkapkan bahwa setiap individu punya kebutuhan dasar untuk meihat diri menjadi lebih kompeten dan berdikari.

Dalam hal ini Maslow menggunakan istilah aktualisasi diri. Ia mendefinisikan aktualisasi diri sebagai hasrat untuk menjadi sosok seseorang yang memang diinginkan. Dan kebutuhan ini bertengger di puncak piramida kebutuhan manusia.
Teori kebutuhan manusia - Abraham Maslow
Sementara itu, ilmu psikologi menjadi terkait dengan pengembangan diri bahkan sejak awal kemunculannya. Banyak tokoh-tokoh psikolog awal yang sudah mengaitkan ilmu psikologi dengan pengembangan diri. Semisal Alfred Adler, Carl Jung, dan lainnya.

Sebab memang ilmu psikologi sejatinya sejak awal mengemban 3 misi utama. Yakni;
  1. Mentall illness (sakit jiwa)
  2. Nurturing talent (pengembangan bakat)
  3. Productivity (meningkatkan produktivitas manusia)
Ketika perang dunia terjadi, banyak orang menjadi sakit jiwa. Sehingga pada masa itu ilmu psikologi hanya berfokus pada mengobati sakit jiwa itu (mental illness). Lama kelamaan psikolog menjadi terjebak pada pola pikir bahwa jiwa manusia itu pada dasarnya memang sakit, dan psikologi hadir untuk menyembuhkannya.

Baru belakangan pada tahun 1999, sekelompok psikolog muda muncul untuk mengembalikan bidang psikologi pada misi keseluruhan. Mereka menamakan diri “aliran psikologi positif.” Mereka percaya bahwa pada dasarnya manusia itu sudah punya potensi dan modal dalam dirinya untuk meraih kesuksesan. Ilmu psikologi hanya memperkuat potensi tersebut.

Tokoh yang terkenal adalah Dr. Martin Seligmen yang menulis buku Learned Optimism; How to change your mind and your life, anda bisa baca penjelasannya oleh Mas Yodhia Antariksa di blog strategi manajemen di sini.

Di mana fokus Blog Pengembangan Diri.Com sebagai acuan pengembangan diri Anak Muda Indonesia?

Nah sekarang itulah pertanyaannya. Di mana fokus blog ini sebagai panduan mengembangkan diri bagi anak muda?

Misi blog ini sebenarnya sederhana. Untuk membantu anak muda untuk mencapai sukses sesuai dengan jati dirinya masing-masing. Jadi alih-alih mendikte apa yang harus dilakukan untuk menjadi sukses, blog ini akan membantu anda untuk:
  • Menemukan jati diri anda yang senarnya
  • Meningkatkan motivasi dan dorongan untuk sukses
  • Menunjukkan kiat dan strategi untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas
  • Membangun citra diri yang positif (Personal branding)
  • Mengasah gergaji (mempelajari skill baru/mempertajam skill yang sudah ada)
  • Membangun sikap dan karakter positif dalam diri
Pelajari lebih lanjut di halaman tentang blog ini.

Bagaimana melakukan pengembangan diri yang efektif

Sekarang kita masuk pada poin intinya, bagaimana melakukan pengembangan diri yang efektif?

Mungkin anda berkenan untuk membaca dulu artikel sebelumnya --> 7 Langkah Jitu Untuk Melakukan Pengembangan Diri.

Yang langkah-langkahnya kurang lebih:
  1. Menemukan jati diri
  2. Menciptakan Diri Yang diinginkan
  3. Mengubah Mentalitas
  4. Mengasah Gergaji
  5. Mempelajari Skill Penunjang
  6. Memperluas pandangan
  7. Evaluasi
Itulah 7 langkah melakukan pengembangan diri. Kini agar semakin efektif, kita perlu melakukan yang namanya rencana pengembangan diri (personal development plan/PDP).

Mengapa perlu rencana?

Karena dengan perencanaan yang matang, langkah-langkah itu menjadi terarah dan punya tujuan. Dengan PDP, kita jadi punya peta. Mana yang harus dilakukan. Dan mana yang perlu didahulukan.

Pada bagian ini saya sudah sediakan sebuah format/template Personal Development Plan yang bisa anda download gratis di sini.

Memperbaiki Kekurangan Vs. Meningkatkan Kekuatan

Kekurangan Vs. Kekuatan | Img from: businesscollective.com
Kekurangan Vs. Kekuatan | Img from: businesscollective.com
Satu pertanyaan penting dalam melakukan pengembangan diri adalah ini: Mana yang harus difokuskan, memperbaiki kekurangan atau meningkatkan kelebihan yang sudah ada?

Hal ini sudah saya kupas secara tuntas pada tulisan terdahulu --> Pengembangan Diri; Memperbaiki Kekurangan Vs. Mengembangan Kekuatan

Yang intinya, menurut banyak pakar prilaku (behavior expert) adalah jauh lebih efektif untuk kita meningkatkan potensi yang memang sudah ada dalam diri kita. Pendekatan problem-based atau weakness-based membuat pikiran kita justru terjebak dalam mentalitas “bermasalah”. Bahwa ada sesuatu yang salah dengan diri kita. Dan ini membuat kita lebih lihai melihat masalah. Untuk sukses, kita perlu membangun mentalitas berkelimpahan. Dan itu semua dimulai dari pendekatan strength-based. Kita tinggal mengembangankan potensi kekuatan yang memang sudah kita miliki.

Mengatasi Kendala dalam Melakukan Pengembangan Diri

Kendala utama dalam melakukan pengembangan diri tak lain datang dari diri sendiri. Yakni kemalasan atau tidak adanya komitmen yang teguh untuk terus menjalani prosesnya. Perlu dicatat bahwa pengembangan diri bukan tindakan investatif, yakni melakukannya sekali hantam diawal, kemudian tinggal leha-leha menikmati hasilnya belakangan. Bukan seperti itu. Pengembangan diri adalah tindakan kontinyu. Berkelanjutan. Persis seperti prinsip Kaizen orang jepang di atas. Karena itu wajar jika butuh komitmen teguh untuk menjalani prosesnya. Yang paling utama adalah niat dan kemauan yang membaja.

Beberapa tips berikut layak direkahkan untuk mengatasi hambatan pengembangan diri:

Mengatasi Kendalah Pengembangan Diri
Kendala pengembangan diri | img from: inspirasi.org

 #1. Gunakan rencana pengembangan diri/PDP --> download templatenya di sini

#2. Menggunakan bantuan mentor. Dengan mentor kita jadi punya pembimbing. Mentor adalah orang yang paham dan sudah menjalani semua proses yang akan kita jalani. Karena itu ia akan membimbing dan mengarahkan kita.

#3. Sementara hambatan-hambatan yang sifatnya datang dari luar, semisal hambatan budaya dan lingkungan, bisa kita atasi dengan memilih dan membatasi pergaulan kita hanya pada lingkungan positif yang mendukung. Perihal ini pernah saya ungkap sedikit di tulisan ini -> 7 Langkah membangun kepribadian positif.

#4. Membaca, menonton dan menginput otak kita dengan bahan-bahan informasi yang sehat dan memberdayakan.

Baca juga: 6 Lankah Untuk Mengoptimalkan Fungsi Otak

Itulah beberapa tips untuk mengatasi hambatan melakukan pengembangan diri. When there is a will, there is a way. Di mana ada kemauan, di sana ada jalan. Pengembangan diri bukanlah hal yang sesulit dan se-njelimet yang kita bayangkan. Toh, bagaimana pun kita punya pilihan untuk menjalani hidup seperti apa. Apakah sebagai looser, atau ingin bertindak selaku winner. Pilihan ada di tangan kita.

Bagaimana pendapat teman-teman?

***Untuk mendapatkan tips update seputar pengembangan diri, silahkan masukkan email anda di kolom di bawah artikel ini.

Terungkap! Inilah 7 Rahasia Kedahsyatan Bangun Lebih Awal Yang Akan Mengejutkanmu

By // 4 comments:
Saya terkesima. Terhentak. Membaca serangkai kalimat dahsyat dari bukunya Malcolm Gladwell, Outliers. Kalimat yang merupakan pepatah Negeri Tiongkok itu, menunjukkan rahasia kedahsyatan bangun awal. Bunyinya;

"No one who can rise before dawn 360 days a years fail to make his family rich!"

(Tidak ada seorang pun yang bisa bangun sebelum fajar, selama 360 hari setahun, gagal membuat keluarganya kaya-raya!)

Lantaran itu, saya coba cari tahu. Apa saja sih manfaatnya bangun awal itu? Benarkan bangun lebih awal itu mendatangkan kesuksesan?

Ternyata, beragam studi memang sudah banyak menghubungkan antara kebiasaan bangun awal dengan kesuksesan. Konon para tokoh-tokoh paling sukses seperti Benjamin Franklin, Richard Branson, Oprah, Steve Jobs dan lainnya adalah orang-orang yang rajin bangun awal. Ada yang sudah bangun jam 3.30 dan sudah siap berangkat kerja jam 4.30. Ada yang sudah mengirim email perusahaan jam 4.30 dan nge-gym jam 5 subuh. Ada pula yang bahkan jam 4 subuh sudah berdiri menunggu kereta menuju tempat kerjanya.
Rahasia Kedahsyatan Bangun Lebih Awal
Rahasia Bangun Awal | Img From: drtraviselliott.com
Demikianlah satu kebiasaan itu disebut-sebut yang menghantarkan mereka pada kesuksesan.

Rahasia Keheningan Waktu Subuh

Benjamin Franklin pernah berujar, "Waktu subuh memiliki emas di dalam mulutnya."

Konon di dalam keheningan dan kesejukan waktu subuh itulah, inspirasi-inspirasi cemerlang mudah berkelebatan.

Tidak kebetulan, dalam islam diajarkan dan dianjurkan untuk bangun beberapa jam sebelum waktu subuh. Yakni sepertiga malam. Konon Allah SWT sendiri, Penguasa Alam Semesta Raya ini, akan turun ke dunia pada waktu itu, untuk melihat siapa hamba-hambanya yang berdoa, maka akan ia kabulkan doanya tanpa tedeng aling-aling. Siapa yang bertaubat, maka akan diampuni segala dosa-dosanya.

Begitulah, sakralnya waktu subuh. Beberapa saat sebelum fajar menyingsing.

Nah, di sejuknya kamis sore ini kita akan coba menguak lebih dalam lagi, apa saja sih rahasia kedahsyatan bangun awal itu. Mudah-mudahan dengan ini bisa memacu dan memicu kita semua untuk komit melakoninya.

#1. Mencerdaskan Pikiran

Bangun awal mengencerkan otak | img from: psychologytoday.com
Sebuah riset yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Texas pada tahun 2008 silam, mencuatkan fakta mengejutkan. Pasalnya mereka yang dikenal sebagai "morning people" (orang-orang yang memiliki kebiasaan rutin bangun awal) mendapatkan nilai IPK lebih tinggi (3.5 ke atas) daripada para mahasiswa yang dikenal sebagai "night owl" (orang yang punya kebiasaan begadang). Yang hanya mendapatkan nilai IPK 2.5 ke bawah.

#2. Lebih Proaktif

Sementara itu studi yang dilakukan oleh Ahli Biologi dari University of Education di Heidelberg, Jerman, Christoph Randler, juga pada tahun 2008, menemukan bahwa mereka yang rutin bangun lebih awal jauh lebih proaktif di dalam hidupnya. Ia menggambarkan proaktif sebagai kemauan dan kemampuan untuk take action mengubah keadaan demi suatu keuntungan.

"Karena morning people jauh lebih proaktif, maka mereka melakukan bisnis dan pekerjaannya dengan lebih baik." Ungkap Randler.

Ingat, bahwa  menjadi proaktif adalah kebiasaan pertama dan utama dalam 7 Habit of Highly Effective People oleh Stephen Covey.

#3. Problem Solving Yang Lebih Baik

Studi Randler juga menguak fakta bahwa "morning people" lebih cenderung mampu mengantisipasi masalah dan meminimalisirnya secara efisien. Mereka adalah problem solver yang lebih baik ketimbang para "night owl." Hal ini adalah skill yang fatal dalam dunia kerja dan bisnis.

Menurut sebuah artikel dari Time, bahwa bangun lebih awal dan menikmati secangkir kopi hangat mampu meningkatkan produksi hormon dopamine pada otak. Hormon ini bekerja untuk menimbulkan kebahagiaan dan mood yang lebih baik sepanjang hari. Inilah yang menyebabkan para morning people itu adalah seorang problem solver yang baik.

Sebuah studi yang dipublish di jurnal Psychological Science, mengatakan bahwa mood positif dari morning people itu, meningkatkan fleksibilitas kognitif. Artinya otaknya mampu dengan leluasa mencari berbagai solusi kreatif dari permasalahan yang ada.

#4. Time Management Yang Lebih Leluasa

Time Manajemen by Morning People
Time manajemen | img from: mentalfloss.com
Para "morning people" ini melaporkan bahwa mereka menggunakan keheningan dan kesejukan waktu subuh untuk mengorganisir, membuat sasaran, dan membuat perencanaan sehari-hari dalam seminggu dengan lebih baik. Bangun lebih awal juga membuat kita mampu mengelola waktu dengan lebih leluasa. Terutama mereka yang tinggal di kota-kota besar, banyak testimoni dari para "morning people" yang melaporkan bahwa bangun awal setidaknya telah membantu mereka untuk lepas dari jebakan kemacetan pagi hari. Sebagaimana kita ketahui kemacetan terbukti adalah salah satu penyebab stress di kalangan para pekerja.

#5. Lebih Semangat dan Berenergi

Bangun awal memberikan waktu untuk olahraga pagi. Olahraga yang rutin meningkatkan mood dan kesegaran. Juga menyediakan energi untuk bekerja. Dan juga membantu tidur lebih berkualitas pada malam hari. Beragam studi juga menyibak fakta bahwa orang-orang yang bangun awal itu memancarkan karakter jauh lebih optimistis, lebih antusias dan lebih teliti dalam pekerjaannya.

Menurut teori sains, memang otak kita paling produktif pada pagi hari. Sebab saat itu otak dalam kondisi yang sangat rileks, dan tidak ada gangguan. Serta motivasi berada pada titik puncaknya. Inilah alasan mengapa orang-orang pagi itu, menguasai posisi puncak.

#6. Lebih Sehat Dan Bahagia

Para ilmuwan melaporkan bahwa tidur awal dan bangun lebih awal membuat tubuh seirama dengan ritme sirkadian bumi. Ritme Sirkadian adalah jam biologis semesta yang mengatur waktu-waktu natural segala proses alam. Seperti terjadinya siang malam, terjadinya musim-musim dan lain sebagainya. Silahkan pelajari ritme sirkadian lebih lanjut di sini.

"Tidur awal dan bangun awal," Ujar Ben Franklin, "membuat seorang lebih sehat, sejahtera dan bijaksana."

Sebuah riset pada tahun 2012 melaporkan bahwa morning people juga lebih bahagia dalam hidupnya ketimbang mereka yang night owl.

#7. Mencerahkan Wajah

Berwudhu Mencerahkan Wajah | img from: blog-maspamot.blogspot.com
Di dalam islam, memang diwajibkan untuk bangun awal, untuk shalat subuh sekitar jam 5 pagi. Sebelum shalat seorang muslim harus berwudhu terlebih dahulu, yakni bersuci dengan membasuhkan air ke segenap anggota tubuh. Hal ini menurut riset juga memiliki banyak sekali manfaat. Salah satunya adalah mencerahkan wajah.

Sains pun membenarkan, aktifitas-aktifitas yang terkait spiritual pada keheningan dan kesejukan waktu subuh begitu berdampak positif pada jiwa dan hidup seseorang. Konon para tokoh seperti Margareth Tatcher, Thomas Edison, sampai Newton selalu menggunakan waktu subuh untuk bermeditasi dan terhubung dengan kekuatan alam yang lebih tinggi.

Demikianlah 7 rahasia kedahsyatan bangun lebih awal. Saya percaya ada bejibun lagi manfaat lainnya, yang akan terus diungkap sains dan studi.

Nah pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana membangun kebiasaan untuk bisa bangun awal? Jawabannya ada di bagian bawah. Tapi sebelum itu, mari kita intip sejenak, siapa saja sih orang-orang sukses sekarang yang punya kebiasaan bangun awal?

Mudah-mudahan dengan mengetahuinya kita jadi semakin terdorong untuk mau bangun awal.

Orang-orang Sukses Yang Bangun Awal

Percayalah, semua orang sukses itu pasti bangun awal. Antara jam 3.30 sampai jam 5 subuh. Lewat dari itu, wah rejekinya sudah dipatok ayam. Konon orang sukses adalah mereka yang bangun lebih dulu daripada ayam. (Sebagaimana grup musik wali bersenandung, "Sebelum ayam, bangunkan orang. Aku sudah ada di jalan...")

Sekedar sebagai motivasi tambahan berikut daftar para CEO/Founder perusahaan raksasa dunia, beserta kebiasaan bangun awal mereka.
  • Howard Schultz, CEO Starbuck, bangun jam 4.30 pagi
  • Jeff immelt, CEO General Electric, bangun sebelum jam 5 pagi
  • Tim Cook, CEO Apple, sudah bangun jam 4.00 subuh dan sudah kirim email perusahaan jam 4.30
  • Sergio Marchionne, Bos perusahaan mobil Fiat, bangun jam 3.30 subuh
  • Bill Gross, dari Pimco, bangun jam 4.30
  • Richard Branson, meski sudah punya perusahaan Virgin Group, selalu bangun jam 5.00
  • David Cush, CEO-nya Virgin Amerika, bangun jam 4.15 pagi
  • Indra Nooyi, CTO PepsiCo, juga bangun jam 4.30 pagi
  • Dan Akerson, yang mimpin General Motors, bangun jam 4.30
  • Bob Iger, CEO Disney, rutin bangun jam 4.30
  • Irwin Simon, CEO Hains Celestial Group, rajin bangun jam 5.00
  • Jean-Martin Folz, Bos Peugeot, jam 4 subuh sudah menunggu kereta dari Dijon ke kantornya di Paris
  • Brett Yormark, dari Brooklyn Nets, bangun jam 3.30. Berangkat kerja jam 4.30
  • Padmasree Warrior, dari Cisco Group, setiap hari bangun 4.30 pagi
  • Tim Armstrong, CEO AOL, selalu bangun jam 5 subuh
  • Helena Morrissey, Bos Newton Investment, juga jam 5 subuh
  • Fritz Van Paaschen, pemimpin Starwood Hotel, sudah bersepeda jam 5 subuh itu.
Itulah segelintir CEO dan bos perusahaan-perusahaan besar dunia yang punya kebiasaan bangun awal. Wajar jika mereka semua mengenyam manisnya kursi kesuksesan seperti sekarang. Ini hanya segelintir saja, masih banyak tokoh lain yang punya kebiasaan bangun awal lagi. Di tanah air misalnya, pengusaha kaya, Sandiaga Uno, meski kerap tidur larut tapi beliua diketahui selalu bangun dibawah jam 5 subuh.

Bagaimana Menumbuhkan Kebiasaan Bangun Lebih Awal

Berikut beberapa tips jitu yang layak dijajal:
  1. Mulai pelan-pelan. Jangan langsung membuat perubahan yang drastis. Susah. Bisa-bisa ujung-ujungnya gagal dan menyerah. Alih-alih begitu, buatlah langkah-langkah yang lebih ringan. Misalkan anda ingin punya kebiasaan bangun jam 4 subuh. Maka beginilah mencapainya
    • minggu pertama bangun setiap pagi jam 6.00
    • minggu kedua bangun setiap pagi jam 5.30
    • minggu ketiga bangun setiap pagi jam 5.00
    • minggu keempat bangun setiap pagi jam 4.30
    • minggu kelima bangun setiap paginya jam 4.00 (Goals tercapai!)
  2. Tidur lebih awal. Tidak ada cara yang lebih ampuh untuk bangun pagi selain tidur lebih awal. Jika anda terbiasa begadang, lakukan pula hal seperti diatas untuk tidur lebih awal. Misalkan minggu pertama tidur jam 11 malam. Minggu berikutnya mundur 30 menit. Minggu berikutnya mundur lagi 30 menit. Begitu seterusnya, sampai anda benar-benar terbiasa tidur awal. Konon Rasulullah Muhammad SAW sendiri menganjurkan untuk segera tidur selepas isya. Atau kurang lebih jam 9.00 malam.
  3. Miliki alasan bangun pagi. Mengetahui apa yang akan anda lakukan pada hari itu akan membuat anda semangat untuk bangun pagi. Bila perlu tulis hal itu dan tempel di dinding yang mudah anda lihat. Hal-hal yang membuat anda excited dan bersemangat. Ucapkan kata-kata affirmasi tersebut sebelum tidur, ini akan menjadi semacam program reminder untuk alam bawah sadar anda. Percayalah alam bawah sadar anda akan otomatis membangunkan pada waktunya jika memang sudah diniatkan.
  4. Taruh alarm anda agak jauh. Sehingga anda mau tidak mau kudu bangun untuk mematikannya.
  5. Langsung mandi begitu anda bangun. Setelah berjalan mematikan alarm, langsung saja masuk kamar mandi. Jangan terima alasan apapun untuk kembali tidur. Percayalah ini akan membuat tubuh anda lebih segar, sehat dan otak lebih encer. Banyak riset dan studi menunjukkan manfaat positif dari mandi pagi seketika bangun.
  6. Berikan hadiah diri anda jika berhasil bangun pagi. Ini untuk menyemangati anda terus menerus. Tidak perlu smartphone baru untuk hadiahnya! kemahalan. Cukup secangkir kopi hangat atau teh yang menyejukkan. 
  7. Ambil semua keuntungan waktu pagi. Jangan bangun pagi tapi malah bengong di depan pintu. Percuma juga. Misalnya jika muslim manfaatkan waktu shalat subuh untuk berdoa dan menyegarkan pikiran. Ingat, dua rakaat sunat sebelum subuh lebih mulia dari dunia beserta seluruh isinya. Selepas itu olahraga ringan. Bisa jogging keliling komplek. Siapa tahu ketemu jodoh. Eh!

Demikianlah sekelumit pembahasan seputar rahasia kedahsyatan bangun lebih awal. Kini sudah jelas terungkap, salah satu rahasia kesuksesan para tokoh-tokoh berpengaruh itu adalah bangun lebih awal.

Nah, bagaimana dengan anda? Apakah anda termasuk orang yang rutin bangun awal atau termasuk golongan "Night owl?" Jam berapa biasanya anda bangun? Jangan ragu share di komentar berikut ya...

      7 Kunci Mengembangkan Kepribadian Positif; Menjadi Orang Yang Lebih Positif

      By // No comments:
      Kepribadian atau personality adalah karakter pembawaan seseorang. Kepribadian ini mempengaruhi keseluruhan hidup kita. Terutama dalam mengambil keputusan dan merespon hal-hal yang terjadi dalam kehidupan.

      Kepribadian sangat terkait dengan Emotional Quotient (EQ) yang kita bahas pada tulisan sebelumnya di sini. Di sana dinukilkan bahwa kesuksesan seseorang jauh lebih dipengaruhi oleh kepribadiaannya (EQ) ketimbang oleh kecerdasaan rasionalnya (IQ). Porsinya adalah EQ 80-90% sementara IQ hanya berperan sebanyak 8-20%.

      7 Kunci Mengembangkan Kepribadian Positif
      img from: www.psychologium.com
      Kepribadian positif akan berdampak positif jauh lebih besar daripada faktor lain dalam pencapaian sukses kita.” Demikian ungkap pakar manajemen diri, Brian Tracy.

      Artinya adalah, untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan hidup, kita mau tidak mau harus mengembangkan kepribadian yang mendukung kita menjadi sukses. Sebuah kepribadian positif. Sebagaimana yang disampaikan Napoleon Hill dalam buku Think & Grow Rich, bahwa untuk menjadi sukses, kita harus membuat pikiran kita sadar akan kesuksesan. Berpikir negatif dan gagal, akan membawa kegagalan.

      Tepat pada titik itulah, berbagai program pengembangan kepribadian bermunculan untuk membantu orang-orang meraih manisnya positive personality. 7 Diantaranya yang paling prinsipil akan kita uraikan dalam tulisan kali ini.

      Ketujuh point itu pula diajarkan oleh motivator dan pakar manajemen diri, Brian Tracy. Tak diragukan lagi ketujuh langkah ini adalah sangat ampuh apabila di-action-kan dalam kehidupan sehari-hari. So, mari kita pelajari bersama.

      Tapi… sebelumnya, bolehlah diseruput dulu kopi hangat yang tersaji diatas meja anda itu… jangan sampai keburu dingin.

      #1. Positive Self-talk

      Para psikolog mengajarkan bahwa 95% kondisi mental dan emosional kita, dipengaruhi oleh cara kita berbicara dengan diri sendiri. Tahukah anda bahwa setiap harinya sepanjang hidup kita terjadi jutaan self-talk dalam diri kita. Kita berbicara dengan diri kita sendiri hampir pada setiap moment. Ketika kita bercermin, kita lebih banyak menghina dan mengucilkan orang yang ada di depan kita itu. “Kenapa kau begitu jelek?”, “Badanmu tidak bagus.”, “Kamu tidak akan bisa melakukan ini.” Dan segala macam hinaan lainnya.

      Hal itu terjadi tanpa kita sadari, hingga ia membentuk kondisi mental kita. Lama-kelamaan kita menjadi percaya terhadap apa yang kita katakan kepada diri kita sendiri. Dan begitulah kepribadian kita terbentuk.

      Self Talk

      Nah untuk membangun personality yang lebih positif, kita harus ganti itu kata-kata. Menjadi kata-kata yang lebih positif. Yang lebih bermanfaat untuk diri kita. Yang bisa menumbuhkan kepercayaan diri kita pribadi.

      Ada cukup banyak orang yang akan mengatakan bahwa anda tidak bisa. Kenapa anda harus melakukannya juga kepada diri sendiri.” Pesan Dr. Ivan Joseph, seorang coach sepakbola, pada suatu kali kesempatan.

      Pikiran layaknya taman. Jika anda tidak menanam bunga atau tanaman yang bermanfaat. Maka dengan sendirinya rumput liar akan tumbuh subur. Itulah yang terjadi kepada kebanyakan orang. Mereka membiarkan kata-kata negatif masuk dan tumbuh subur dalam pikirannya.

      Setiap kali anda berdiri di depan cermin, pujilah orang yang ada di sana. Katakan bahwa ia luar biasa. Katakan bahwa ia pasti bisa. Muhammad Ali selalu mengingatkan dirinya, “I am the greatest!” Itulah self-affirmation yang membawanya menjadi legenda tinju. Lance Amstrong, terkenal dengan brand “Live Strong!” Sebenarnya itu bukan sekedar brand. Itu adalah cara dia untuk memberitahukan dirinya sendiri bahwa ia harus selalu kuat.

      Ada satu tekhnik yang sangat ampuh yang diajarkan oleh Dr. Ivan Joseph di atas. Yakni dengan menulis surat atau memo kepada diri anda sendiri tentang hal-hal positif dan yang membanggakan terhadap diri anda. Seperti misalnya, “Edward, Selamat atas keberhasilanmu mengelola blog pengembangan diri ini.”, “Selamat bahwa engkau punya keluarga dan orang-orang yang menyayangimu.”, “Selamat engkau berhasil menyelesaikan tugasmu dengan baik!” dan lain sebagainya. Kemudian baca surat atau memo ini sesering mungkin. Hingga anda benar-benar merasa positif dengan diri anda.

      #2. Positive Visualization

      Hal lain yang juga menentukan kondisi mental dan kepribadian kita adalah gambar yang selalu terlukis di benak kita. Positive Visualization berarti menggambarkan hal-hal positif dalam pikiran kita. Terutama yang berkaitan dengan masa depan dan impian hidup kita.

      Kebanyakan orang memikirkan apa yang tidak mereka inginkan daripada apa yang mereka inginkan.” Kata John Assaraf, yang menjadi salah satu guru dalam The Secret.

      Orang-orang sukses memikirkan tentang apa yang mereka inginkan sepanjang waktu. Mereka punya kemampuan untuk memvisualisasikan dengan jelas apa yang menjadi impian mereka di masa depan.

      Baca juga: Inilah Rahasia Di Balik Pikiran Setiap Orang-Orang Sukses Yang Wajib Anda Tahu

      Prinsip sederhananya adalah untuk memperbaiki sesuatu yang ada diluar diri anda, pertama sekali anda harus memperbaiki apa yang ada dalam pikiran anda. Ketika anda memenuhi pikiran anda dengan segala macam hal positif maka anda perlahan dan pasti akan menjadi orang yang anda pikirkan itu.

      Jika anda sulit untuk memvisualisasikan, maka satu tekhnik yang juga sangat ampuh diajarkan oleh Patti Dobrowolski, seorang pengajar, adalah dengan menggambar impian kita tersebut di kertas. Satu gambar bisa bernilai 1000 kata. Dan pikiran kita bisa menangkap gambar lebih baik daripada kata-kata.

      Gambarlah pada bagian sebelah kiri kertas tentang kondisi anda saat ini. Dan pada bagian sebelah kanan kertas gambarlah impian anda. Di mana anda akan berada pada kondisi terbaik anda. Anda tidak perlu menjadi Leonardo da vinci untuk bisa menggambar. Gambarlah sederhana sebisa anda. Yang penting gambar itu bisa mewakilkan impian anda di masa depan.

      Contohnya kurang lebih seperti berikut:

      Gambar Impian Anda

      #3. Positive People

      Orang-orang di sekeliling kita mempengaruhi diri dan akan jadi apa kita nantinya. Ya, bergaul dengan tukang minyak wangi bikin kita kecipratan wangi. Tapi riset membuktikan bahwa ternyata orang-orang yang kita habiskan waktu paling banyak dengan mereka, bukan hanya membuat kita kecipratan parfum mereka, tapi kita akan benar-benar menjadi seperti mereka.

      So, karena itu kelilingilah diri anda dengan orang-orang bermental positif. Para pemenang. Bukan pecundang. Brian tracy mengatakan, hal ini mempengaruhi hidup anda lebih dari faktor lainnya karena orang-orang disekitar mempengaruh kondisi emosional dan mentalitas anda.

      Orang bilang, “jangan pilih-pilih teman!” Ya, benar kalau anda ingin terpengaruh menjadi orang negatif dan mungkin kriminil. Tapi jika anda ingin sukses, jika anda ingin membangun kepribadian yang lebih positif, maka penting untuk memilih teman-teman yang juga bermental positif.

      Hindarilah bergaul dengan orang-orang negatif. Yang bukannya akan mendukung kemajuan anda, mereka hanya akan menjatuhkan anda. Mungkin kelihatannya mereka baik dan sok peduli, tapi nyatanya mereka membuat anda berpikir bahwa anda tidak bisa. Selain itu, orang-orang negatif ini adalah sumber terbanyak munculnya emosi negatif dalam diri kita.

      #4. Positive Mental Food

      Sebagaimana yang telah kita ulas pada bagian 6 cara mengoptimalkan fungsi otak, informasi dan gizi yang positif untuk otak sangat mempengaruhi perkembangan otak kita. Demikian pula halnya dengan kepribadian. Tahukah anda bahwa, setiap kali anda mempelajari hal-hal baru, informasi-informasi baru yang menambah pengetahuan, maka otak akan mengeluarkan hormon endorphin yang membuat kita merasa bahagia.

      Membaca buku-buku yang positif, inspiratif dan edukatif akan sangat mempengaruhi mindset dan pola pikir kita. Mindset inilah yang akan menentukan cara kita membawakan diri. Cara kita bersikap pada diri sendiri dan kepada dunia.

      Yang pada akhirnya akan menentukan kepribadian kita. Sama halnya dengan orang-orang di sekeliling kita, buku-buku bacaan, tayangan televise, media social dan internet akan mempengaruhi diri kita. So, di era dimana informasi benar-benar telanjang ini, penting untuk memilih dan memilah jenis informasi apa yang kita input ke dalam pikiran kita.

      #5. Positive training & development

      Para psikolog sudah lama menganjurkan agar kita memiliki role model dalam kehidupan ini. Seseorang yang menginspirasi kita, seseorang yang merepresentasikan akan jadi seperti apa kita. Peran role model sangat penting dalam mempengaruhi pola pikir dan kepribadian kita. “Karena ketika anda terinspirasi oleh seseorang maka anda akan sangat bangga mengikuti orang tersebut.” Demikian diungkapkan oleh musisi rockers yang kini beralih dalam bidang agama, Derry Sulaiman.

      Selain itu, mengikuti program-program pelatihan dan pengembangan kepribadian juga akan membantu kita dalam membangun kepribadian positif. Komunitas-komunitas positif yang diikuti akan sangat berguna sebab selain berisi orang-orang positif, juga terdapat kegiatan, sumber referensi, serta yang paling penting adalah mentor.

      Mentor Membimbing dan Mendampingi Anda
      img from: entrepreneur.com
      Mentor perannya sangat penting dalam kehidupan seseorang. Tidak ada satu orang sukses pun yang tidak dibimbing dan diarahkan oleh mentor. Mentor akan menunjukkan kita apa yang salah dan sekaligus menunjukkan jalan yang benar. Sebab mereka adalah orang-orang yang berpengalaman bukan saja berpengetahuan teori. Mentor membuat kita menjadi produktif sebab kita tidak lagi perlu mengulang kesalahan yang dulu pernah mereka lakukan.

      #6. Positive Health Habit

      Men Sana Er Corpore sano. Di balik tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kita tidak bisa membangun kepribadian dan mentalitas positif, jika tubuh kita tidak fit. Menjadi orang-orang positif, bermental juara, yang tidak gampang menyerah dengan rintangan yang menghadang membutuhkan energi yang tidak sedikit. Karena itu penting untuk menjaga kesehatan dengan baik.

      Sebagaimana yang dijelaskan oleh Jim Loehr dan Tony Schwartz dalam buku The power of Full Angagement bahwa, energi adalah sumber daya utama kita dalam bekerja. Karena itu penting untuk mengelola energi bukan hanya sekedar mengelola waktu.

      Prinsip paling klasik dan sederhana namun tetap ampuh dalam pengelolaan energi adalah; makanan yang sehat, istirahat yang cukup dan olahraga yang rutin. Sesederhana itu.

      #7. Positive Expectation

      Memiliki harapan yang positif adalah salah satu tekhnik paling ampuh untuk membangun kepribadian positif.” Kata Brian Tracy.

      Jika kita mengharapkan yang terbaik, maka kita akan memaksa diri sendiri untuk melakukan yang terbaik. Ingat bahwa hukum pikiran mengatakan bahwa apapun yang kita pikirkan itulah yang akan kita terima.

      Salah satu kualitas terpenting yang dimiliki semua orang-orang sukses adalah, “commitment to excellence.” Komitmen kepada yang terbaik. Mereka selalu ingin menjadi yang terbaik, memberikan yang terbaik, serta menerima yang terbaik. Ini bukan sekedar teori tentang tekhnik berpikir positif. Tapi ini adalah karakter. Yang benar-benar melekat dalam diri para pemenang. Mereka, orang-orang sukses, para pemenang, tidak pernah berkompromi dengan hal yang setengah-setengah atau yang biasa-biasa saja. Mereka selalu ingin yang terbaik dalam apapun yang mereka lakukan.

      Be The Best

      Dan karena kau mengatakan bahwa kau ingin menjadi dan mendapatkan yang terbaik, Maka pikiranmu tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapai hal itu. Dan ia akan bekerja untukmu. Tapi jika kau mengharapkan yang biasa-biasa saja, otakmu tidak bisa bekerja dengan maksimal.” Terang Bo Eason, seorang mantan pemain american football dan kini menjadi pembicar motivasi.

      Harapan adalah satu-satunya yang membedakan manusia dengan mayat. Jika anda hidup tapi tidak memiliki harapan. Atau anda mengharapkan yang biasa-biasa saja. Maka anda tidak benar-benar hidup. Harapkan yang terbaik, dan terima yang terbaik!

      Kesimpulan

      Personality atau kepribadian adalah hal yang paling menentukan kesuksesan hidup seseorang. Maka untuk meraih pengalaman hidup yang terbaik, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus selalu berusaha meningkatkan kepribadian kita ke arah yang lebih positif.

      Sebagaimana pesan sebuah pepatah, “Berpikir positif dalam hidup memang sulit. Tapi jauh lebih sulit hidup tanpa berpikir positif.”

      Kepribadian positif memang sulit untuk dibentuk, tapi once ketika ia sudah terbentuk maka akan sangat mudah dijalani. Sebaliknya kepribadian negatif sangat mudah untuk dibentuk. Tapi sangat sulit hidup dengannya.

      Itulah 7 kunci mengembangkan kepribadian positif dalam hidup. Semoga bisa bermanfaat untuk anda, pembaca setia blog pengembangan diri ini. Jangan lupa untuk berlangganan email agar anda tidak ketinggalan artikel “emas” berikutnya. Salam sukses! :)

      Menemukan Potensi Bakat Dari 8 Jenis Kecerdasan Manusia

      By // No comments:

      Bagaimana menemukan bakat saya? Pertanyaan ini kerap kali ditanyakan oleh banyak orang dalam hal mengembangkan diri, menjadi yang terbaik di suatu bidang tertentu, atau meraih impian yang sangat diharapkannya.

      Pada tulisan hangat kali ini kita akan coba mengulas tentang hal bakat tersebut, bagaimana peranannya dalam kehidupan, serta di mana menemukannya.

      Sebelumnya silahkan seruput dulu kopi atau teh yang ada diatas meja anda…

      Bakat

      Bakat, Potensi Dan Keterbatasan

      Menurut Wikipedia, bakat adalah kemampuan atau keterampilan seseorang yang dibawah dari lahir. Sementara menurut Rama Royani, penemu talent mapping, bahwa bakat adalah bagian dari personality yang produktif. Dan bakat ini sendiri tidak bisa diubah lagi sejak usia 16 tahun.

      Nampaknya semua orang sepaham bahwa bakat adalah jenis kemampuan yang kita bawa sejak lahir. Orang yang berbakat pada suatu bidang akan lebih mudah mempelajari sesuatu hal itu daripada mereka yang belajar melakukannya tanpa bakat.

      Meski begitu ini tidak berarti bahwa orang yang berbakat langsung hebat jago dalam hal tersebut sejak lahir. Saya menggunakan kata “mempelajari” di atas sebab memang bakat itu hanya berupa benih/potensi kemampuan pada suatu bidang. Untuk menjadi bisa dan terampil dalam hal tersebut orang harus tetap belajar dan berlatih. Tak peduli apakah ia berbakat atau tidak. Kelebihannya bakat adalah semata ia membuat kita belajar dengan lebih mudah pada bidang yang bersangkutan.

      Ini mungkin terjadi sebab sel-sel syaraf dalam otak kita, somehow, terhubung satu sama lain lebih cepat pada bidang bakat itu daripada bidang lainnya. Kita tahu sains telah membuktikan bahwa setiap harinya sel-sel syaraf dari otak kita terhubung satu sama lain ketika kita mempelajari sesuatu hal yang baru. Nah, bakat adalah ketika sel-sel itu terhubung sejak kita lahir. Itulah mengapa kita punya potensi berbakat pada bidang yang bersangkutan. (Mudah-mudahan penjelasannya tidak njelimet, sehingga anda bisa paham maksud saya.)

      Tapi sekali lagi itu hanya potensi. Ia tidak akan membantu anda menjadi sukses, sampai anda mengembangkannya. Melalui latihan dan proses belajar yang tak mengenal lelah.

      Rama Royani menggambarkan, kita lahir dengan akal. Tapi akal hanyalah potensi bukan kekuatan. Akal baru akan menjadi kekuatan ketika ia bermanfaat untuk diri kita maupun orang lain. Dan ini hanya bisa dicapai dengan belajar dan melatih pikiran kita untuk berpikir kreatif.

      Sebaliknya kita lahir dengan keterbatasan misalnya bahwa kita “tidak bisa terbang.” Ini hanyalah keterbatasan bukan kelemahan. Nanti “tidak bisa terbang” ini akan jadi kelemahan ketika kita membandingkan diri kita dengan burung. Tapi selama kita fine-fine aja dengan kehidupan kita sebagai manusia, maka tidak bisa terbang bukanlah menjadi kelemahan.

      Melatih Bakat Menjadi Kekuatan Yang Menguntungkan

      Jadi skill dan bakat itu berbeda. Bakat tidak bisa membantu kita meraih sukses. Skill-lah yang akan membantu anda.

      Bakat bahkan akan membuat anda gagal. Kalau tidak anda kembangkan menjadi skill.” Demikian ungkap Will Smith, Aktor pemeran The Pursuit of Happyness.

      Mengapa bakat bisa membuat kita gagal? Sebab bisa jadi kita akan terperangkap dalam “talented trap.” Dimana kita menganggap diri kita demikian berbakat, sehingga enggan bagi kita untuk belajar dari orang lain. Inilah yang akan membuat kita gagal.

      Pertanyaannya, bagaimana mengembangkan benih/potensi bakat yang ada dalam diri kita agar menjadi kekuatan? Dan pada akhirnya bisa bermanfaat untuk kehidupan kita?

      Sekali lagi. Tidak ada cara lain selain belajar dan berlatih yang berkepanjangan tanpa mengenal lelah. Dan sekali lagi, hukum 10.000 jam yang dilontarkan penulis Malcolm Gladwell berbunyi. Bahwa untuk menjadi yang terbaik di kita punya bidang, kita harus melakukan bidang tersebut selama 10.000 jam.

      Hukum 10.000 Jam - Malcolm Gladwell

      Kerja keras? Ya! Kunci kesuksesan tidak ada selain itu. Kerja keras yang terarah. Pada tulisan tentang Kecerdasan Emosional dan Spiritual sebelumnya, saya menceritakan kisah Chris Langan, yang meski ber-IQ 195 (30% lebih tinggi dari Einstein) namun sepanjang hidupnya ia hanya menjadi petani, yang tidur di kandang peternakan kuda. Mengapa? Sebab ia tidak pernah mengembangkan bakat kecerdasan yang dimilikinya.

      Jadi untuk mengubah bakat menjadi keterampilan (skill) yang menguntungkan, tidak ada cara lain selain kerja keras berupa latihan dan belajar mengembangkan pengetahuan kita pada bidang bakat tersebut. Hingga 10.000 jam lamanya.

      Ketika Cinta Bicara Bakat…

      10.000 jam nampaknya adalah waktu yang unik. Sebab kelihatannya sangat banyak. Namun sebenarnya tidak juga.

      Sebab jika anda bekerja 8 jam sehari dan 5 hari seminggu. Maka waktu 10.000 jam itu bisa anda capai selama kurang lebih 5 setengah tahun. Ini kelihatannya masih bisa dicapai. Sebab sebagian dari kita mungkin sudah bekerja di perusahaan tempat kita bekerja lebih lama lagi.

      Nah pertanyaannya, tapi mengapa orang yang bekerja sekian lama itu belum juga menjadi sukses?

      Jawabannya mungkin cuma satu. Dan satu hal inilah yang membedakan seseorang yang sukses dengan mereka yang tenggelam dalam sembilu dunia mediocre. Satu hal ini adalah… Cinta!

      Ya, apakah ada cinta dalam pekerjaan kita? Apakah kita berangkat ke tempat kerja setiap harinya dengan penuh perasaan bahagia, semangat dan antusiasme? Atau malah berjalan sempoyongan ke tempat kerja hanya karena kita harus menjalani rutinitas pekerjaan belaka?

      Cinta adalah yang membedakan segalanya. Cinta yang kita hadiahkan terhadap pekerjaan kita adalah yang menentukan akan seberapa sukses pekerjaan itu memberikan hasil. Tegasnya, apakah kita mencintai pekerjaan kita atau tidak?

      Kebanyakan orang tidak benar-benar menaruh cinta yang besar terhadap pekerjaannya. Semuanya dilakukan hanya demi hal “rutinitas”. Sehingga pekerjaan bukannya menjadi ajang untuk mengeluarkan kemampuan terbaik, tapi malah menjadi beban yang setiap hari semakin menjemukan.

      Untuk sukses anda butuh 10.000 jam melakukan bidang yang menjadi bakat anda. Tapi kalau anda tidak sertakan cinta yang besar di sana, maka hanya akan ada 2 kemungkinan hasilnya:
      1. Anda akan menyerah
      2. Anda melakukannya setengah-setengah.
      Di lain sisi, jika sekarang anda ingin benar-benar memilih untuk mengembangkan bakat anda. Hingga menjadi kekuatan yang menguntungkan, bukan hanya anda perlu berjuang menaklukkan 10.000 jam terbang. Tapi juga anda akan menghadapi tantangan-tantangan yang jauh lebih “maut”.

      Jadi jika anda tidak mencintai apa yang anda lakukan. Dan anda tidak tidak bahagia melakukannya.” Ungkap Mendiang Steve Jobs, “Maka anda akan give up.”

      Mencari Tahu Bakat Anda!

      Sekarang mari kita lanjut ke poin paling pentingnya. Bagaimana menemukan bakat anda?

      Sejak 500 tahun sebelum masehi, para pakar human behavior (prilaku manusia), telah mencoba membagi manusia ke dalam beberapa tipe. Mulai dari yang paling klasik seperti Empedocles yang berdasar pada 4 elemen air, api, tanah, dan angin. Sampai ke tingkat yang jauh lebih modern seperti Personality Plus yang membedakan 4 jenis temperamen manusia yakni, Sanguinis, Koleris, Melankolis, dan Plegmatis.

      Sejak saat itu ilmu psikologi terus berkembang guna untuk membantu manusia meningkatkan kemampuan dasar dalam dirinya. Berbagai klasifikasi pun diciptakan.

      Salah satu yang paling menarik bagi saya (dan saya senang sekali menggunakan ini sebagai rujukan), adalah hasil karya Prof. Howard Gardner, yang menguak 8 jenis kecerdasan manusia. 8 jenis kecerdasan inilah yang nampaknya sangat relevan untuk membantu orang-orang dalam mencari tahu potensi bakat yang dimilikinya.

      8 jenis kecerdasan manusia menurut Howard Gardner, adalah sebagai berikut:
      1. Kecerdasan linguistik: Kemampuan berbahasa, berbicara, membaca, menulis dan lain sebagainya.
      2. Kecerdasan Matematis: Kemampuan mengelola angka, menghitung, menganalisa, dan lan sebagainya.
      3. Kecerdasan Spasial: Kemampuan melihat gambar, menata ruang, dekorasi, dan sejenisnya.
      4. Kecerdasan Kinestetik: Kemampuan berolahraga, menari, dan segala hal yang terkait tangan dan gerakan.
      5. Kecerdasan Musikal: Terkait musik, lagu dan suara.
      6. Kecerdasan Interpersonal: Kemampuan memahami orang lain, negosiasi, komunikasi, dll.
      7. Kecerdasan Intrapersonal: Sangat baik dalam memahami diri sendiri. 
      8. Kecerdasan Naturalis: Kemampuan terhubung dengan alam, bergaul dengan binatang, biologi dan lain sebagainya.
      8 Jenis Kecerdasan - Howard Gardner

      Inilah 8 jenis kecerdasan yang diutarakan oleh Prof. Howard Gardner. Dari sini, kita tentu sudah bisa paham, mana yang paling dekat dengan diri kita. Itulah potensi bakat kita. Ingat, bahwa bakat adalah potensi. Anda tidak harus langsung hebat dalam bidang matematika untuk termasuk ke dalam kecerdasan matematis. Tapi ketika anda tertarik atau secara cepat mampu memahami pelajaran matematika sewaktu kecil, maka itu salah satu tanda bibit bakat anda pada bidang tersebut. Demikian halnya dengan jenis kecerdasan lainnya.

      Yang unik adalah, bahwa berbeda dengan yang lainnya, Prof. Gardner menggunakan istilah kecerdasan. Yang mengindikasikan bahwa bakat bukanlah sesuatu yang langsung anda kuasai. Tapi sesuatu yang benih impuls otak (kecerdasan) yang untuk mengembangkannya harus dengan pembelajaran dan latihan.

      Pengalaman-pengalaman Bakat

      Ketika sekolah dasar hingga menengah, saya adalah orang yang sangat bodoh dalam pelajaran hitung-hitungan. Saya dibenci oleh semua guru mata pelajaran itu. Ketika SMP, guru fisika mengatakan saya anak TK. Saya dilempari penghapus papan tulis oleh guru ekonomi. Dan tak satupun guru matematika yang suka dengan saya.

      Pernah suatu ketika pada pelajaran Matematika waktu SMA, saya terlambat masuk kelas. Guru matematika killer itu marah bukan main. Dan Anda tahu apa yang terjadi? Sepanjang pelajaran ia hanya sibuk mengomel dan lupa mengajar.

      Tapi apa yang terjadi pada pelajaran bahasa? Bisa dipastikan saya menjadi murid kesayangan semua guru bahasa inggris. Saya menang dalam berbagai lomba debat dan pidato membawa nama sekolah. Puisi saya dianggap yang terbaik oleh guru Bahasa Indonesia saya yang sangat keren waktu itu. Sering kali menjadi moderator terbaik jika ada kelas diskusi. Di kelas drama I’m the King!

      Itulah pengalaman-pengalaman bakat yang terjadi pada saya. Tanda-tanda bakat sudah terlihat semenjak usia kanak-kanak. Jelas saya punya jenis kecerdasan linguistik yang baik. Itulah benih bakat saya. Itulah yang pada akhirnya membuat saya memilih jalur menjadi penulis, pembicara, pemikir dan sejenisnya.

      Saya tahu jika saya paksakan menjadi banker, maka pasti sulit bagi saya untuk bertumbuh. Because I don’t have that kind of smart there.

      Tipe kecerdasan itulah yang lebih mudah untuk dikembangkan menjadi kekuatan yang menguntungkan daripada bidang-bidang lainnya.

      Nah, cobalah anda ingat-ingat pengalaman-pengalaman bakat dalam hidup anda. Kaitkan dengan 8 jenis kecerdasan di atas. Kemungkinan besar anda akan tahu apa yang benar-benar menjadi bidang anda.

      Jika anda kesulitan, ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:
      • Apa prestasi anda yang paling membanggakan di masa lalu?
      • Apa kelebihan anda dibanding teman-teman anda masa kecil?
      • Tanyakan pada orang-orang yang paling mengenal anda, apa kelebihan utama anda selama ini?
      • Ketika sekolah, mata pelajaran apa yang paling anda kuasai?
      • Selama ini pekerjaan apa yang menurut anda paling anda jago dan bisa diandalkan?

      Mengapa Anda Ingin Mencari Tahu Bakat Anda?

      Sebelum semuanya berakhir, ijinkan saya mengajukan sebuah pertanyaan sederhana.

      Why you want to look for your talent? Kenapa anda ingin konsen pada bakat anda?

      I bet the answer is, karena anda ingin meraih kesuksesan yang lebih baik. Atau karena anda ingin menjadi yang terbaik di bidang anda.

      Sebab jika anda hanya ingin menjadi orang yang biasa-biasa saja, yang puas dengan kehidupan apa adanya, yang mengalir mengikuti arus meski ke comberan pun tak apa-apa, maka anda tidak butuh tahu bakat anda.

      Tapi, anda ingin menjadi yang terbaik. Dan anda ingin menjalani hidup yang terbaik yang anda inginkan. Ketika bicara tentang menjadi yang terbaik, maka kita bicara tentang memberikan manfaat terbaik kepada orang lain. (kepada orang-orang yang kita layani. Yang menjadi target market kita).

      Untuk menjadi yang terbaik. Anda harus melakukan yang terbaik. Belajar dari yang terbaik. Memberikan yang terbaik yang anda bisa.

      Untuk itu bakat dan skill saja tidak cukup dalam hidup ini. Selanjutnya adalah kita harus arahkan itu kita punya bakat, agar ia bukan hanya menguntungkan kita tapi juga menguntungkan orang lain. Hal ini membutuhkan komitmen yang sekokoh gunung dari dalam diri kita. Sebuah “commitment to excellence.

      Dan nampaknya hal ini jauh lebih penting daripada bakat itu sendiri.

      Kesimpulan

      Bakat dan Passion

      Bakat adalah suatu benih potensi yang kita bawah sejak lahir. Namun ia hanyalah potensi semata. Bakat baru akan menjadi potensi ketika ia dilatih dan dikembangkan melalui proses belajar yang berkepanjangan.

      Dan tepat pada titik itulah, kita butuh apa yang disebut dengan “Passion.” Gairah, antusiasme dan kecintaan dalam melakukan apa yang kita senangi. Namun untungnya, Tuhan demikian baik. Beriringan dengan bakat itu, Tuhan juga selalu menyelipkan passion di dalamnya. Bisa dipastikan bahwa ketika kita menguasai sesuatu, kita juga mencintai sesuatu itu.

      Karena jika tidak ada passion di dalamnya, maka bakat itu tidak akan ada gunanya. Sebab sebagaimana pesan Emerson, bahwa, “Nothing great ever achieved without enthusiasm.” Hanya dengan passion, bakat menjadi bernilai.

      Do what you love and the money will follow.” Demikian judul buku Marsha Shinatar yang demikian popolernya.

      Dan tepat ketika Greatness itu sudah kita capai, money sudah follow kita punya bakat, maka komitmen untuk memberikan manfaat kepada orang lain akan menjadi suatu keniscayaan.

      Demikian, mudah-mudahan tulisan sederhana ini bisa membantu teman-teman dalam menemukan bakat tersembunyi yang ada dalam diri masing-masing. Sehingga apa yang menjadi tujuan kita bisa tercapai. Amin!

      6 Cara Mengoptimalkan Fungsi Otak Untuk Meraih Kesuksesan Hidup

      By // 2 comments:
      Sebelumnya kita pernah mengulik tentang fenomena Ulcok si Manusia kalkulator dari Makassar di sini. Pada tulisan itu diuraikan tentang potensi untuk meningkatkan kemampuan otak manusia. Bahwa otak nyatanya memiliki potensi yang tidak terbatas sehingga pencapaian seseorang pun tanpa batas.

      Bahwa satu-satunya batas pencapaian manusia adalah apa yang ia yakini dalam pikirannya.” Demikian ungkap para motivator dunia.

      Pada pembahasan itu kita juga menyinggung tentang sebuah premis yang diyakini banyak orang, yang menyatakkan bahwa selama ini manusia hanya menggunakan 10% kemampuan otaknya. Namun menurut sebuah ulasan dari blog zenius.net bahwa hal itu tidaklah pernah terbukti secara ilmiah.

      Mengoptimalkan Fungsi Otak
      img from: www.optimalnutritions.com
      Apa yang kita yakini bahwa potensi kemampuan otak itu bisa kita maksimalkan dengan berbagai cara-cara yang alamiah dan masuk akal. Tidak ada cara-cara instan dimana kita bisa mengaktifkan 90% kemampuan otak lainnya. Sebagaimana yang digembar-gemborkan banyak pelatihan dan seminar.

      Nah, pada postingan kali ini saya ingin menyuguhkan tentang 6 cara mengoptimalkan fungsi otak. Sebagaimana yang saya baca dari sebuah buku yang sangat menarik, berjudul “Manajemen Kecerdasan: Memberdayakan IQ, EQ dan SQ untuk Kesuksesan Hidup.” Buku itu ditulis dengan apik oleh seorang penulis, dosen dan pembicara seputar otak dan manajemen diri bernama Taufik Pasiak.

      Cara-cara yang beliau kemukakan sangat menarik, relavan serta masuk akal sehingga saya ingin membagikannya kepada pembaca blog pengembangan diri melalui tulisan kali ini. Semoga bisa bermanfaat.

      Manajemen Kecerdasan - Taufik Pasiak

      Keenam langkah untuk mengembangkan kemampuan dan fungsi otak tersebut disingkat ALISSA. Berikut pemaparannya, sebagaimana dikutip dari buku “Manajemen Kecerdasan: Memberdayakan IQ, EQ dan SQ untuk Kesuksesan Hidup” tersebut:

      1. A : Amankan
      Selalu lindungi otak, sebab otak sangat rentan terhadap penyakit dan trauma fisik.

      2. L : Latihan Fisik
      Lakukan latihan fisik yang membuat otak menjadi kuat.

      3. I : Informasi dan Gizi
      Selalu berikan suplai informasi dan gizi yang sehat terhadap otak.

      4. S : Santai
      Buatlah otak rileks dengan menikmati seni, berimajinasi dan meditasi.

      5. S : Sosialisasi
      Bergaul, bercengkrama dan berdiskusi untuk mengoptimalkan otak.

      6. A : Aku mencintai
      Mencintai dengan tulus, karena ini ampuh melawan stress yang merusak otak.

      #1. Amankan

      Walaupun dijaga oleh berlapis-lapis struktur, termasuk adanya cairan otak yang berfungsi sebagai Shock Absorber, otak sangat rentan terhadap penyakit dan trauma fisik. Penyakit ringan seperti flu memiliki potensi merusak otak jika tidak diantisipasi dengan baik. Banyak penyakit meningitis (radang selaput otak) dimulai dengan infeksi sederhana di telinga dan hidung.

      Kecerobohan waktu hamil dan trauma lahir juga menjadi penyebab terbanyak buruknya perkembangan otak. Ibu hamil dan anak-anak yang tidak mendapat gizi yang baik dapat dipastikan memiliki komposisi sinaptik sarafi yang lebih sederhana dibanding anak yang cukup gizi. Trauma lahir juga dapat merusak otak dan dapat menghambat perkembangan, termasuk perawatan bayi yang tidak sepantasnya.

      #2. Latihan Fisik

      Walaupun salah kaprah, orang sekarang sering membicarakan braingym atau neurobics. Latihan fisik penting tetapi bukan satu-satunya cara untuk membuat otak menjadi kuat sebagaimana sering didengungkan oleh mereka yang tidak belajar tentang otak. Latihan fisik hanya melatih sedikit daerah sensorik otak dan semua daerah motorik.

      Latihan fisik paling baik jika melibatkan dua bagian tubuh, kiri dan kanan, secara seimbang, terutama jika jari-jemari dilibatkan secara intens. Ini karena dengan cara ini, dua bagian otak terstimulasi secara tidak langsung. Aktivitas motoric standar, seperti berjalan atau memegang, dan aktivitas terampil seperti menari, dapat merangsang otak dengan kekuatan yang berbeda. Gerakan spontan dan yang dibuat-buat pun diatur oleh bagian yang berbeda. Dari semua bagian motorik tubuh, jari-jemari dan lidah memiliki pengaturan yang paling besar di otak.

      #3. Informasi dan Gizi

      Informasi, terutama yang baru dan unik, serta makanan dan zat gizi yang cukup, berperan sangat penting bagi otak. Pengaruhnya terutama pada pembentukan dan pengayaan sinaptik pada sel-sel saraf. Termasuk melapisi sel saraf sehingga menjadi kuat dan menjamin presisi dan akurasi informasi yang dikirim. Zat gizi, seperti omega 3 dan omega 6, dapat menguatkan fungsi self saraf sebagai booster bagi dirinya sendiri. Zat-zat ini menjadi salah satu penyusun dinding sel saraf dan pelapis sel saraf. Perlu diingat, mengonsumsi ikan dalam jumlah yang tepat dapat menyediakan zat-zat penting bagi otak. Yang jauh lebih penting adalah memberikan ASI kepada bayi. Kandungan DHA pada ikan dan ASI jauh lebih baik dan banyak dibandingkan pada susu formula.

      Hubungan sel-sel saraf makin banyak jika ada hal-hal baru yang ditemui. Anak-anak yang diberi mainan, kata-kata, bentuk dan warna baru yang sebelumnya tidak mereka kenali memiliki hubungan saraf yang jauh lebih banyak dibanding anak-anak yang tidak diberi hal baru. Hal-hal yang menantang, seperti menemukan bentuk tertentu dalam banyak bentuk, dapat memperbanyak hubungan sel saraf. Origami (seni melipat kertas) adalah salah satu cara untuk memperbanyak hubungan sel saraf. Attention of details juga merangsang otak. Berikan sebuah batu kerikil atau dedaunan kepada anak-anak. Mintalah mereka mencermati alur, warna, bentuk, dan ciri-ciri lain yang tidak tampak jika hanya dilihat sepintas. Perhatian pada hal-hal kecil, terutama bentuk dan warna, membuat sinap saraf bertambah banyak.

      #4. Santai

      Otak tidak pernah istirahat. Namun konsolidasi memori antara sel saraf terjadi optimal pada saat otot-otot tubuh istirahat (tidur). Memori episodik, seperti menghafal nama orang, nomor telepon, atau kata-kata baru, dan memori procedural, seperti belajar naik sepeda, mengikat tali sepatu, atau merangkai bunga (seperti ikebana), dapat diatur secara baik oleh otak jika ada kesempatan untuk mengonsolidasikan diri. Dan itu terjadi ketika otak sedang santai.

      Santainya otak, kalau direkam dengan alat EEG, menunjukkan gelombang alfa. Keadaan ini timbul ketika ada gerakan listrik otak sekitar 7-14 kali per menit. Keadaan ini dapat diperoleh antara lain dengan mendengarkan musik, duduk di tepian pantai sembari merenung, berimajinasi, melukis, menulis puisi, menghayati kata-kata indah, mencermati lukisan naturalistik yang memesona, atau yang lebih tekhnis dengan meditasi. Otak yang santai dapat menjadi alat untuk self-therapy. Denyut nadi, irama jantung, dan frekuensi nafas menjadi tertata baik. Pelepasan zat kimia juga tertata dengan baik. Akibatnya, organ-organ tubuh dapat bekerja secara optimal dan menjamin mereka tetap sehat.

      #5. Sosialisasi

      Bergaul, bercengkrama, berdiskusi, ngobrol juga dapat mengoptimalkan fungsi otak. Sosialisasi membuat semua organ perifer otak, seperti indra-indra, selalu terangsang. Bagian sentral, terutama kulit otak dan sistem limbic, dapat bekerja secara baik.

      Dengan mengobrol, rasa dan rasio dapat terangsang. Jadi, berbicara tidak saja menjadi bawaan alamiah (bahwa manusia harus berbicara), tapi juga alat untuk mengembangkan diri. Sosialisasi akan melatih kekuatan emosi (EQ), kemantapan Spiritual (SQ), dan kecerdasan rasio (IQ).

      Baca Juga: Meraih Sukses Dengan EQ, Menjadi Mulia Dengan SQ

      Dengan bergaul, seoran anak dapat mencegah pembajakan emosi oleh amygdala yang membuatnya menjadi reaktif dan kasar. Amygdala adalah bagian dari sistem limbic yang dapat membajak setiap informasi yang masuk ke otak sebelum kulit otak yang sadar menanggapinya.

      Dengan sosialisasi, otak juga terbiasa mengenali facial expression yang sangat beragam itu. EQ anak akan dapat diatur jika ia terlatih mengenali sekecil mungkin perubahan ekspresi wajah.

      #6. Aku Mencintai

      Mencintai sangat baik bagi otak. Bawaan manusia antara lain adalah need of affection, kebutuhan akan kasih, sayang, dan cinta dalam kehidupan hariannya. Cinta yang paling baik adalah memberi daripada menerima. “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” Kata sebuah pepatah. Pepatah ini memberi inspirasi kepada kita untuk lebih banyak memberi daripada meminta. Cinta yang tulus, keramahtamahan dan kejujuran sangat ampuh melawan stress yang merusak otak. Stress dapat merangsang pengeluaran hormon stress yang berpotensi dapat merusak tubuh. Banyak penelitian otak membuktikan bahwa pengeluaran zak kimia ini dapat dihambat dengan perasaan yang penuh cinta dan kasih sayang.

      Tiga sifat yang sangat ampuh merusak otak adalah iri, serakah, dan sombong. Ini adalah sumber gangguan kejiwaan yang secara organik dapat memengaruhi jumlah dan komposisi zat kimia otak. Pikiran negatif juga merusak otak dengan cara yang sangat ampuh.

      Kesimpulan

      Otak adalah bagian paling penting dalam tubuh manusia. Jika fungsi ini rusak atau sedikit saja kurang optimal maka bisa dipastikan hidup kita pun akan menjadi tidak seimbang.

      Dan adalah tanggung jawab kita untuk menjaga dan mengembangkan kita punya otak. Otak yang sehat dan maksimal kinerjanya akan pula memberikan pengalaman hidup yang jauh lebih bermutu.

      Salah seoran ilmuan sekali pernah menyatakan, “otak adalah senyawa terhebat yang pernah diciptakan Tuhan.” Melalui otak kita bisa berpikir dan memperjuangkan apa yang kita inginkan. Potensi pencapaian otak ini tidaklah terbatas, kecuali apa yang kita batasi dalam pikiran kita sendiri. Ketika anda yakin dengan sesuatu, maka otak anda akan bekerja untuk mendukung anda.

      Karena itulah menjadi wajib bagi kita untu memperlakukan otak kita dengan sebaik-baiknya. Terutama memberinya kepercayaan bahwa ia bisa melakukan banyak hal-hal besar. Itulah kunci untuk membuka potensi otak kita yang cemerlang.

      Baca Juga: Ubah Hidupmu, dengan Mengubah Mentalitasmu!

      Dari ulasan diatas kita belajar bahwa, otak juga membutuhkan perhatian, asupan, serta pelatihan sebagaimana organ tubuh kita yang lain. Dan cara-cara yang dipaparkan pun sangat fundamental serta dapat dilakukan pada keseharian hidup kita.

      Terima kasih kepada penulis buku Manajemen Kecerdasan, Bapak Taufik Pasiak. Atas ilmu yang bermanfaat ini. Terima kasih kepada anda yang pembaca setia blog EdwardRhidwan.Com. Semoga sajian-sajian renyah dalam blog ini juga bisa bermanfaat untuk anda. Agar tidak ketinggalan update terbaru, sudahkah anda berlangganan via email?